Tangan dan kaki yang berkeringat dan dingin pada bayi mungkin terkait dengan keringat fisiologis, faktor eksternal, kekurangan mikronutrien, hiperhidrosis, atau kelemahan fisik, dan dianjurkan untuk memilih rumah sakit biasa untuk konsultasi dan perawatan. Penyebab umum 1. Keringat fisiologis: bayi memiliki metabolisme yang tinggi, fungsi saraf tumbuhan yang tidak sempurna, dan saraf vagus mudah terangsang, menyebabkan tangan dan kaki berkeringat, sementara tangan dan kaki bayi terbuka, sehingga mengakibatkan kedinginan. Orang tua dapat memperoleh informasi tentang perubahan cuaca dan menambah atau mengurangi pakaian untuk anak-anak mereka pada waktu yang tepat. 3. Kekurangan mikronutrien: Secara umum, kekurangan vitamin D atau kalsium pada bayi dapat bermanifestasi sebagai peningkatan rangsangan saraf dan menyebabkan tangan dan kaki berkeringat. Di bawah bimbingan dokter, ibu dapat mengonsumsi vitamin D atau preparat kalsium secara oral, atau dia dapat mengonsumsi makanan kaya vitamin D seperti susu, kuning telur, minyak ikan kod, dll., dan meningkatkan waktu yang dihabiskan di bawah sinar matahari, yang dapat membantu elemen jejak ibu. Orang tua harus menjaga suasana keluarga yang harmonis dan juga menciptakan lingkungan tidur yang baik untuk anak agar terhindar dari kegugupan; 5, kelemahan: bayi yang telah lama sakit atau kekurangan gizi, mengakibatkan kelemahan dan fungsi kulit yang melemah, menyebabkan peningkatan keringat dan tangan dan kaki dingin. Dianjurkan agar ibu atau bayi menjaga pola makan yang seimbang dan makan makanan yang mengandung protein, vitamin dan elemen seperti seng dan kalsium, seperti daging tanpa lemak, susu, kacang-kacangan, buah-buahan dan sayuran segar. Orang tua harus memperhatikan perawatan harian bayi dan segera mengeringkan tubuh setelah berkeringat untuk menghindari masuk angin. Ketika keringat tinggi, penting untuk mengisi cairan seperti air garam ringan.