Apa saja penyebab anak menangis di tengah malam?

Dalam 3 bulan pertama kehidupan, anak-anak ditandai dengan waktu tidur yang pendek dan sering tidur siang karena jumlah makanan yang sedikit, jumlah makan dan siklus tidur yang pendek. Mereka jarang tidur selama lebih dari 4 jam berturut-turut dan tidak banyak perbedaan antara siang dan malam. Dari usia 3 hingga 6 bulan, anak-anak memasuki periode tidur yang stabil, di mana mereka dapat tidur selama lebih dari 5 jam terus menerus di malam hari, dengan terbangun sekali atau dua kali di antaranya. Namun, beberapa anak selalu menangis di malam hari dan membuat orang tuanya lelah. Disarankan agar orang tua melihat faktor fisik anak mereka untuk menemukan penyebabnya: (1) Nyeri tumbuh gigi: Anak-anak mulai tumbuh gigi pada usia 5 bulan dan akan merasa tidak nyaman karena tumbuh gigi saat mereka berusia dua setengah tahun. Amati pipi dan dagu anak, jika terlihat ruam merah akibat air liur, gusi bengkak, nyeri dan sedikit demam, Anda dapat mempertimbangkan bahwa hal tersebut disebabkan oleh rasa sakit akibat tumbuh gigi yang mengganggu anak dan menyebabkan gangguan tidur. Orang tua dapat menggunakan metode simtomatik untuk meredakan ketidaknyamanan anak mereka. Tidur anak akan membaik setelah giginya tumbuh. (2) Anak yang menahan buang air kecil: Beberapa anak (terutama anak laki-laki) merasa tidak nyaman karena menahan buang air kecil, sehingga kandung kemihnya terstimulasi oleh rasa sakit dan nyeri, yang dapat bermanifestasi menjadi tidur yang tidak nyenyak dan berguling-guling (sambil menangis). Setelah buang air kecil, anak akan terus tidur dengan tenang. Ini adalah tanda bahwa anak perlu buang air kecil di malam hari. Orang tua dapat membantu anak untuk buang air kecil. (3) Hidung tersumbat: Jika anak memiliki kerak hidung yang besar di hidung, hal ini dapat menyumbat saluran hidung dan memaksa anak untuk bernapas melalui mulut. Hal ini dapat mengiritasi tenggorokan dengan udara kering, menyebabkan ketidaknyamanan seperti batuk dan menyebabkan anak menangis tiba-tiba. Setelah menyingkirkan sumbatan dari rongga hidung, anak dapat melanjutkan tidurnya dengan nyenyak. (4) Terlalu panas atau terlalu dingin di malam hari: Karena selimut yang terlalu tebal, anak menjadi mudah tersinggung atau membuka selimutnya, dan kemudian merasa kedinginan, yang dapat bermanifestasi dalam bentuk mendengus dan menangis.