Kemoterapi adalah metode yang sangat umum dalam pengobatan tumor. Apa saja tindakan pencegahan untuk pasien tumor selama kemoterapi? Menjaga kestabilan emosi Praktik klinis menunjukkan bahwa pasien yang ragu dan panik selama kemoterapi sering kali mengalami reaksi merugikan yang lebih berat selama kemoterapi, sedangkan pasien yang berpikiran terbuka dan murah hati memiliki reaksi yang lebih ringan. Oleh karena itu, semua pasien tumor yang membutuhkan kemoterapi harus memiliki keyakinan untuk menang dan menerima kemoterapi dengan suasana hati yang gembira, sehingga dapat mengurangi reaksi yang merugikan dan mencapai efek terapi yang terbaik. Mengatur pola makan secara wajar Pasien akan mengalami reaksi pencernaan seperti sariawan, kehilangan nafsu makan, mual dan muntah atau diare selama kemoterapi. Pasien harus makan makanan yang ringan, bergizi dan mudah dicerna. Anda dapat sering makan daging tanpa lemak, ikan, kurma, kacang tanah, dan makanan lainnya. Hal ini sangat berguna untuk mencegah atau mengurangi penurunan jumlah sel darah yang disebabkan oleh penekanan sumsum tulang. Jika pasien menunjukkan gejala anemia, makanlah lebih banyak hati atau jantung hewan, kuning telur, daging tanpa lemak dan bayam, plum, jeruk, jeruk bali dan buah ara. Lebih banyak makan jamur yang kaya akan polisakarida seperti jamur shiitake, jamur merang, jamur kuping, jamur kuping, jamur merang, dan lain-lain untuk meningkatkan fungsi kekebalan tubuh dan menghambat pertumbuhan dan reproduksi sel kanker. Pasien harus minum lebih banyak air saat menggunakan obat kemoterapi seperti siklofosfamid, yang sebagian besar diekskresikan melalui ginjal, untuk mengurangi kerusakan obat pada ginjal. Jika terjadi kerusakan kulit selama kemoterapi, pasien harus memperkuat perawatan kulit dan melarang penggunaan deterjen yang menyebabkan iritasi. Jika terjadi dermatitis atau hiperpigmentasi, jangan menggaruk atau mengoleskan salep sembarangan. Jika terjadi kerontokan rambut, perlindungan kulit kepala harus diperkuat untuk mencegah paparan sinar matahari. Hindari kehamilan Pasien tumor wanita harus menghindari kehamilan selama kemoterapi karena sebagian besar obat kemoterapi memiliki efek menyebabkan mutasi dan teratogenisitas. Perhatikan pencegahan infeksi Karena obat kemoterapi dapat menghambat sumsum tulang dan fungsi kekebalan tubuh manusia pada tingkat yang berbeda, membuat kemampuan tubuh untuk melawan penyakit menurun, sehingga membuat pasien rentan terhadap berbagai penyakit menular. Tips hangat Selama menjalani kemoterapi, pasien harus menjalani kehidupan yang teratur, menggabungkan pekerjaan dan istirahat, dan memastikan tidur yang cukup. Selain berbaring di tempat tidur, pasien juga harus melakukan olahraga yang sesuai untuk meningkatkan kemampuan tubuh dalam melawan penyakit dan menghindari penyakit menular sejauh mungkin.