Fungsi ovarium normal pada wanita mulai menurun antara usia 45-50 tahun. Kegagalan ovarium prematur didefinisikan sebagai kegagalan fungsi ovarium sebelum usia 40 tahun karena menipisnya folikel dalam ovarium, atresia atau faktor yang disebabkan secara medis. Penyebab kegagalan ovarium prematur saat ini tidak diketahui dan tidak ada cara pencegahan yang efektif. Saat ini, pengobatan utama adalah terapi sulih hormon untuk meringankan gejala perimenopause dan mengurangi terjadinya komplikasi jangka panjang seperti osteoporosis dan penyakit kardiovaskular, terutama menggunakan kombinasi estrogen dan progestin, tanpa meningkatkan risiko kanker endometrium. Dalam kasus kegagalan ovarium prematur, kebutuhan kesuburan dapat diatasi dengan promosi ovulasi dan reproduksi berbantuan dengan donasi sel telur; dalam kasus kegagalan ovarium prematur karena penyakit autoimun, terapi hormon adrenokortikotropik dapat digunakan. Selain itu, metode baru seperti transplantasi ovarium dan jaringan ovarium serta teknik pembekuan folikel sedang dikembangkan dan menawarkan harapan bagi pasien. Kegagalan ovarium prematur dapat secara serius mempengaruhi kesehatan fisik dan mental pasien, dan diagnosis serta pengobatan dini sangatlah penting. Jika diobati lebih awal, ada peluang untuk memulihkan fungsi ovarium normal dan mengurangi kejadian komplikasi.