Darah normal adalah cairan tubuh yang steril dan begitu darah terinfeksi bakteri, sering kali hal ini mengindikasikan adanya infeksi dalam tubuh. Apabila terdapat infeksi bakteri dalam darah, penting untuk melakukan kultur sensitivitas obat yang agresif untuk mengetahui apakah bakteri darah berasal dari saluran pernapasan, gastrointestinal atau saluran kemih. Penting juga untuk mempertimbangkan seberapa resisten bakteri dan hasil sensitivitas obat. Atas dasar ini, antibiotik dipilih untuk pengobatan. Selain itu, antibiotik harus dipilih untuk memberikan cakupan yang efektif untuk patogen epidemi regional dan sektoral. Ketika memilih antibiotik, penting juga untuk mempertimbangkan apakah antibiotik tersebut dapat menembus jaringan, serta farmakokinetik antibiotik yang masuk ke dalam tubuh dan efek samping apa yang dapat ditimbulkannya.