Faktor pria sendiri menyumbang sekitar 40% dari ketidaksuburan, faktor wanita sendiri sebesar 40-55%, faktor dua pihak sebesar 10%-20% dan penyebab yang tidak diketahui sekitar 10%. Karena tes kesuburan pria mudah dilakukan, non-invasif dan murah, maka pria umumnya diperiksa terlebih dahulu, dengan tes air mani diperiksa di ruangan yang berbeda selama lima hingga tujuh hari, sedangkan wanita diperiksa secara prinsip dari yang sederhana hingga yang rumit. Cara terbaik untuk memantau ovulasi adalah dengan USG transvaginal, biasanya dimulai pada hari ke-8 hingga ke-10 dari siklus menstruasi normal. Jika folikel belum matang, datanglah untuk pemeriksaan endokrin dengan perut kosong pada hari ke-2 hingga ke-4 siklus menstruasi. Memeriksa patensi tuba Pemeriksaan fungsi tuba falopi merupakan bagian terpenting dari tes infertilitas dan merupakan prasyarat untuk memilih pengobatan yang tepat bagi pasien infertilitas. Pemeriksaan ini biasanya dilakukan 3-7 hari setelah menstruasi pasien. 1. Bilas tuba: lebih umum digunakan dan tidak terlalu invasif, tetapi tampilan internal dan eksternal rongga rahim dan saluran tuba tidak dapat dilihat, sehingga lokasi penyumbatan, jika ada, tidak dapat diketahui. 2. Kontras yodium tuba (HSG): yodium pertama-tama disuntikkan ke dalam rongga rahim melalui kateter di bawah fluoroskopi, sehingga lokasi sumbatan dapat terlihat. Ini adalah tes yang umum dilakukan untuk melihat bentuk rahim dan saluran tuba. Dengan ovulasi yang normal, saluran tuba yang jernih, air mani yang normal, dan waktu yang tepat untuk melakukan hubungan intim, kehamilan mungkin terjadi.