Apa saja gejala inti dari mania?

Gejala klinis utama dari keadaan manik adalah keadaan pikiran yang meningkat, pemikiran yang hingar-bingar, dan kegembiraan psikomotorik. Pasien dengan kondisi pikiran yang meningkat menunjukkan sikap rileks, bahagia, ceria, senang dan gembira, seolah-olah tidak ada masalah di dunia ini. Kondisi pikiran yang meningkat sering kali jelas, berbeda, selaras dengan pengalaman internal dan lingkungan sekitar, dan menular. Pasien sering menggambarkan diri mereka sebagai “senang-senang-beruntung”, “sangat gembira” dan “penuh dengan sinar matahari dan kehidupan yang penuh warna”. Reaksi emosional mungkin tidak stabil dan mudah tersinggung, dan dapat dipicu oleh hal-hal sepele atau sanggahan pendapat atau tuntutan yang tidak terpenuhi, dan dapat mengakibatkan perilaku yang merusak atau agresif, dan beberapa pasien mungkin juga mengalami periode singkat suasana hati yang buruk selama fase manik. Pemikiran pasien sangat cepat, dan ketika berbicara dengan orang lain, dia tidak hanya menjawab pertanyaan, tetapi juga menyelingi beberapa kecerdasan dan humor dari waktu ke waktu, menulari orang-orang di sekitarnya, membuat orang merasa sangat rileks dan bahagia, beberapa pasien berbicara seperti sungai, dan berbicara tanpa henti, dan menari, dengan ekspresi yang luar biasa kaya dan jelas. Beberapa pasien memiliki begitu banyak hal dalam pikiran mereka sekaligus sehingga mereka tidak dapat mengekspresikannya secara koheren dengan kata-kata, yang menghasilkan fenomena yang dikenal dalam dunia kedokteran sebagai “koherensi fonologis” dan “pikiran yang melayang”. 3. Evaluasi diri yang terlalu tinggi dilatarbelakangi oleh kondisi pikiran yang tinggi, merasa nyaman dengan diri sendiri. Saya merasa lebih sehat dan lebih energik daripada sebelumnya. Pikiran cepat dan mata cepat. Sering mengevaluasi bakat, status, dan pretensi diri secara berlebihan, sehingga muncul ide-ide yang berlebihan. 4. Pasien memiliki berbagai macam minat, suka bersenang-senang, banyak berinteraksi, berinisiatif untuk mendekati orang, dan mengenal orang yang tidak dikenalnya sekaligus. Pasien lucu, usil, dan agresif. Pasien tidak bijaksana dalam segala hal dan membeli secara mendadak, menghabiskan gaji bulanannya dalam beberapa hari. Beberapa pasien mungkin memiliki delusi yang berlebihan tentang kecerdasan atau keturunan dari keluarga terkenal. Sebagian besar pasien kurang tidur, tetapi mereka masih memiliki banyak energi. Beberapa pasien hiperseksual, sering mendekati dan menggoda lawan jenis, atau bahkan terlibat dalam perilaku yang “tidak konvensional”. Selain itu, beberapa pasien mungkin mengalami halusinasi dan perilaku impulsif. 5. Pasien suka bersenang-senang dan usil. 6. Pasien menyukai acara-acara yang hidup dan ramai, suka ikut campur, memiliki banyak pendapat dan tuntutan, suka menuduh orang lain, dan cenderung berdebat dengan orang lain. Beberapa pasien sering berbelanja dan bahkan menghambur-hamburkan uang mereka untuk membeli barang-barang yang mencolok tetapi tidak penting sebagai hiasan atau memberikannya secara cuma-cuma. Pada kasus yang parah, pasien dapat bernyanyi dan menari sepanjang hari, dan memiliki kecenderungan untuk mendekati lawan jenis dan berperilaku sembrono.