Dermatitis seboroik pada wajah dapat muncul dengan kemerahan dan pecah-pecah pada lipatan nasolabial. Dimulai dengan kemerahan pada lipatan nasolabial dan papula yang berulang-ulang seukuran jagung. Biasanya terdapat rasa sakit yang terlokalisasi karena kulit yang pecah-pecah. Kemerahan dan keretakan pada lipatan nasolabial diduga berkaitan dengan faktor keturunan, metabolisme sebum yang berubah, parasitisme mikroba, disfungsi neurologis, dan kebiasaan diet. Telah dihipotesiskan bahwa penyakit ini terjadi sebagai akibat dari peningkatan sekresi sebum dan perubahan komposisi kimiawi, yang menyebabkan flora normal yang awalnya ada di kulit tumbuh dan berkembang biak dan menyerang kulit. Jadi, bagaimana diagnosis lipatan nasolabial yang kemerahan dan pecah-pecah? Lipatan nasolabial yang pecah-pecah umumnya dapat didiagnosis berdasarkan ciri-ciri gejalanya. Dermatitis seboroik wajah sering menyebar dari kulit kepala, dan sangat umum terjadi pada wajah di dahi, daerah supraorbital, kelopak mata, dan lipatan nasolabial. Pada awal daerah yang terkena kemerahan, papula seukuran jagung berulang, warnanya kemerahan, untuk waktu yang lama akan menyatu, warna merah kekuningan, ditutupi dengan kerak tebal berminyak, seperti krim seperti lemak, atau Zinshui kuning lengket, gatal lebih dari alis sering kali karena menggaruk dan jarang lepas, lipatan nasolabial dan di belakang telinga bisa pecah-pecah. Perhatikan bahwa menurut karakteristik lesi kulit dan distribusi penyakit berikut: 1, psoriasis kepala dan wajah. 2, pityriasis rosea. 3, kurap. 4, pemfigoid eritematosa. 5, dermatitis rosacea. Perhatikan untuk mengidentifikasi lipatan nasolabial fisiologis yang memerah dan pecah-pecah karena perubahan cuaca, serta lipatan nasolabial yang pecah-pecah karena dermatitis seboroik.