Simpanlah ASI dengan memperhatikan berbagai aspek, seperti wadah penyimpanan yang sesuai, suhu penyimpanan, tanggal dan jumlah pelabelan, dan sebagainya, sebagai berikut: 1. Wadah penyimpanan yang sesuai: sesuai dengan ukuran nafsu makan bayi Anda, usahakan untuk memilih wadah penyimpanan dengan kapasitas yang tepat agar tidak terlalu banyak membeku dan menyebabkan pemborosan. Pastikan wadah dalam keadaan bersih dan kering sebelum disimpan, jangan mengisinya terlalu penuh setiap kali, dan pilihlah kantong penyimpanan ASI yang tertutup rapat dan steril atau botol penyimpanan kaca; 2. Suhu penyimpanan: ASI dapat disimpan selama sekitar 4 jam pada suhu kamar 20°C. Jangan biarkan ASI lebih dari 1-2 jam pada musim panas, karena mudah berkembang biak bakteri; ASI dapat disimpan selama 2-4 hari di dalam freezer kulkas dengan suhu 0-4°C; ASI dapat disimpan hingga 3-6 bulan di dalam freezer; 3. Tandai tanggal dan jumlah: Tandai tanggal dan jumlah ASI perah yang akan disimpan di dalam kulkas. Tandai tanggal dan jumlahnya: Catat tanggal dan jumlah susu pada hari pertama menyusu, satu kantong sekitar 90-120ml, Anda juga dapat membekukan 30-60ml untuk disimpan dalam porsi kecil agar saat bayi belum kenyang dapat digunakan untuk rehidrasi dan mengurangi limbah, pastikan untuk menempelkan label yang mencolok di permukaan wadah setiap kali menyimpannya, yang menunjukkan tanggalnya, dan pada prinsipnya konsumsilah yang paling awal terlebih dahulu. 2. Catatan: 1. Secara umum, tidak disarankan untuk membekukan ASI dan kemudian mencairkannya untuk bayi, karena kualitas dan kandungan nutrisi ASI tidak dapat dijamin. Jika Anda perlu membekukannya, Anda harus meminumnya sesegera mungkin dalam masa penyimpanan. 2. Saat mencairkan ASI, jangan gunakan air mendidih secara langsung, tetapi bilas kantong yang tertutup rapat dengan air dingin terlebih dahulu, kemudian secara bertahap tambahkan air panas hingga benar-benar mencair dan dinaikkan ke suhu yang sesuai, atau masukkan ke dalam freezer untuk mencairkan es secara perlahan. Jangan memanaskan ASI secara langsung di atas kompor atau dalam oven microwave untuk mencegah pemanasan suhu tinggi yang dapat merusak nutrisi dalam ASI.