Banyak orang tua tidak punya pilihan selain memberikan cairan kepada anak-anak mereka karena terlalu sulit untuk memberikan obat. Inilah sebabnya mengapa orang tua sering meminta dokter untuk memberikan cairan kepada anak mereka, terlepas dari apakah penyakitnya ringan atau berat, meskipun mereka sadar bahwa ada banyak konsekuensi negatifnya. Banyak orang tua menggunakan metode cubit hidung: mereka mencubit hidung anak dengan ibu jari dan telunjuk mereka dan menuangkan obat ketika anak membuka mulutnya untuk bernapas. Untuk memudahkan anak meminum obat, postur tubuh yang benar sangat penting: pertama-tama angkat kepala anak sehingga wajahnya miring ke samping, kemudian gunakan sendok atau sedotan untuk menjangkau rahang bawah (sisi mulut yang bertumpu pada gigi bagian bawah) dan masukkan obat secara perlahan-lahan. Untuk tablet, ingatlah untuk menghancurkannya sebelum memberikannya kepada anak, jika tidak, tablet dapat terhirup secara tidak sengaja. Saran untuk orang tua: Saat anak mencapai usia 3-6 bulan, berikan berbagai macam jus dan sup, seperti jus pare, jus tomat, sup selada air, sup sawi (sup harus berupa sup mendidih tanpa tambahan garam), dll., dengan rasa yang sedikit asam atau pahit, agar anak perlahan-lahan terbiasa dengan rasa makanan yang berbeda, dan saat sakit dan minum obat, secara alami tidak akan takut pahit. Selain itu, orang tua yang memimpin dalam makan segala sesuatu memiliki pengaruh yang baik pada anak-anak mereka. Memberi makan obat kepada anak-anak Ketika anak-anak mencapai usia 3 tahun, kebanyakan dari mereka sudah makan dengan sendok sendiri. Ketika anak sakit pada masa ini, kecuali jika mereka sangat lemah, doronglah mereka untuk meminum obatnya sendiri dan pujilah serta beri hadiah jika semangat dan nafsu makan mereka masih baik. Setelah anak merasa cukup berani untuk minum obatnya sendiri, dia tidak akan takut untuk melakukannya di masa depan. Namun, hal ini bergantung pada penguatan yang halus sejak usia dini. Saran untuk orang tua: Ketika seorang anak enggan minum obat, orang tua tidak boleh menggunakan pendekatan kompromi sederhana, mereka tidak boleh berpikir bahwa tidak apa-apa jika anak menolak untuk minum obat, dan bahwa mereka dapat disuntik atau diinfus ketika mereka sakit, yang akan memperkuat gagasan bahwa anak tidak mau minum obat, karena bagaimanapun juga, efek samping dan risiko suntikan jauh lebih tinggi daripada minum obat. Beberapa orang tua menggunakan obat sebagai hukuman, dan biasanya menakut-nakuti anak mereka untuk meminumnya jika mereka tidak berperilaku baik, dengan menekankan bahwa itu adalah obat yang pahit, sehingga anak akan berpikir bahwa obat itu pahit dan akan lebih enggan untuk meminumnya. Apa yang harus saya lakukan jika anak saya minum obat dan muntah? Muntah disebabkan oleh fungsi menelan bayi yang belum sempurna, dan muntah sering kali disebabkan oleh orang tua. Beberapa anak benar-benar tidak mau minum obat dan merasa pahit, terutama jika dalam bentuk tablet, mereka dapat meminumnya dengan jus buah, air madu atau air glukosa yang mereka sukai, tetapi jumlah jus buah atau air gula harus dikontrol secara ketat sesuai dengan jumlah pada petunjuk obat, jika tidak maka akan mempengaruhi keefektifan obat. Susu dapat bereaksi dengan obat dan tidak disarankan untuk dicampur dengan obat. Sebagai kesimpulan, penting untuk mengikuti petunjuk dokter dan tidak menambah atau mengurangi jumlah obat. Jika Anda muntah segera setelah minum obat, Anda dapat meminumnya dalam jumlah yang sesuai, jika tidak, Anda dapat meminumnya sebanyak yang Anda inginkan, dan jika Anda muntah setengah jam setelah minum obat, Anda tidak perlu menambah jumlahnya. Jika Anda harus meminum beberapa obat sekaligus, biasanya Anda dapat mencampurnya selama dokter tidak menyuruh Anda untuk meminumnya secara terpisah, tetapi berhati-hatilah untuk tidak meninggalkan obat yang sudah tercampur terlalu lama. Jika dokter tidak menjelaskan cara khusus untuk minum obat, Anda harus membaca instruksi sebelum memberikan obat kepada anak Anda, karena ada waktu yang berbeda ketika obat yang berbeda perlu diberikan. Jangan minum air segera setelah makan, agar obat tetap berada di tenggorokan untuk waktu yang lebih lama. Jika anak sering muntah, yang terbaik adalah memberikan obat di antara waktu makan.