Obat herbal Tiongkok sangat berpengalaman dalam mengobati myasthenia gravis dan telah terbukti efektif dalam meringankan penderitaan banyak pasien, dan sangat dihormati dan dikagumi oleh pasien myasthenia gravis. Profesor mengingatkan saya bahwa, selain resep dan obat-obatan, penting bagi pasien untuk memiliki pemahaman objektif tentang penyakit mereka, untuk menyesuaikan keadaan pikiran mereka ketika mereka sakit, dan untuk mengklarifikasi tindakan pencegahan yang diperlukan untuk penyakit ini, yang tidak boleh diabaikan. Setiap kali Huang bertemu dengan pasien untuk pertama kalinya, ia akan mengirimkan pesan yang berjudul “Bangun kepercayaan diri Anda dan atasi penyakitnya”. Setelah menjalani praktik klinis, saya menghargai signifikansi dan pentingnya pesan ini. Dengan izin dan janji Profesor Huang, saya telah mengekstrak pesan asli di bawah ini untuk mendorong pasien dengan myasthenia gravis. Myasthenia gravis adalah penyakit kronis yang tidak hanya menimbulkan rasa sakit fisik, tetapi juga stres psikologis yang hebat, yang membuat pengobatan menjadi lebih sulit. Sebaliknya, keadaan psikologis yang baik, seperti optimisme dan keadaan pikiran yang ceria, akan menambah daya tahan dan vitalitas yang sangat besar terhadap penyakit ini, yang akan memfasilitasi pemulihan dini. Selama bertahun-tahun, saya telah memberikan perhatian khusus pada masalah psikologis pasien saya saat merawat mereka dengan obat-obatan. Saya yakin bahwa hal ini berpengaruh pada keberhasilan atau kegagalan pengobatan. Saya ingat pernah bertemu dengan seorang pasien yang setelah beberapa kali konsultasi, selalu melaporkan bahwa kondisinya belum membaik pada konsultasi lanjutan. Saya menganalisis obatnya, dikombinasikan dengan pengamatan lidah, denyut nadi, dan kondisi mentalnya, dan merasa bahwa resep itu tepat untuknya. Dari kata-katanya dan sikap keluarganya, saya merasakan bahwa pasien tidak hanya memiliki penyakit fisik tetapi juga beban psikologis yang berat. Agar pasien dapat memahami penyakitnya dengan benar, mempertahankan kondisi pikiran yang baik dan meningkatkan kepercayaan diri dalam mengatasi penyakitnya, saya akan menganalisis masalah psikologis utama pasien dan penanggulangan untuk mengatasinya sebagai berikut, dengan harapan dapat membantu pasien. Masalah psikologis utama: Pertama, ketidaksabaran. Terutama orang muda, yang tadinya sehat, tiba-tiba mendapat penyakit seperti itu, untuk sementara tidak bisa bekerja, sekaligus tidak bisa menerima, selalu cemas untuk sukses. Namun, ada proses agar penyakitnya menjadi lebih baik, dan pasien tidak memahami hal ini, sehingga mereka tidak sabar. Yang kedua adalah pesimisme dan ketakutan. Mereka berpikir bahwa mereka memiliki penyakit yang tidak dapat disembuhkan dan bahwa hidup mereka sudah berakhir. Sebagian orang takut keluar dan bertemu orang lain karena mereka sulit membuka mata, sehingga mereka tinggal di dalam rumah sepanjang hari dan menghela napas. Ketiga, mereka tidak memiliki pemahaman yang tepat tentang penyakit ini, tidak memahami karakteristiknya, dan tidak dapat mengobatinya dengan benar ketika kambuh. Bagaimana seharusnya kita menghadapi masalah di atas: Pertama, kita harus membangun kepercayaan diri. Pertama-tama, kita harus menyadari bahwa myasthenia gravis bukanlah penyakit yang tidak dapat disembuhkan, dan ada banyak cara untuk mengobatinya, terlepas dari pengobatan Tiongkok dan pengobatan Barat, dan memiliki khasiat yang lebih baik; kedua, kita harus menerima fakta secara psikologis. Karena sudah terlanjur terjadi, tidak ada gunanya untuk khawatir dan mengeluh. Sebaliknya, kita harus mempertimbangkan bagaimana menghadapinya sekarang, bagaimana menyesuaikan pola pikir kita sesegera mungkin, membangun kepercayaan diri, dan bekerja sama dengan dokter untuk mencapai perawatan terbaik. Kedua, penting untuk memahami bahwa myasthenia gravis adalah penyakit kronis dan pengobatannya tidak efektif dalam semalam, jadi penting untuk bersiap-siap untuk jangka waktu yang lama. Ketiga, penting untuk memahami bahwa penyakit ini adalah penyakit autoimun dan sulit disembuhkan. Namun, penyakit ini rentan kambuh dan sering diperburuk selama aktivitas, pilek, perubahan suasana hati, dan periode menstruasi wanita, sehingga pasien harus memperhatikannya dan mencoba untuk menghindari kekambuhan. Namun demikian, tidak perlu panik apabila penyakit ini kambuh kembali, karena biasanya dapat dipulihkan melalui pengobatan. Penting bagi pasien untuk menyadari kondisi-kondisi ini dan mampu menghadapinya secara positif agar dapat pulih dari penyakit.