Bagaimana dengan anak-anak yang gagap?

  Gagap adalah apa yang umumnya dikenal sebagai gagap. Ini adalah gangguan psikosomatik, gangguan bicara normal, bukan cacat fisik atau gangguan pada organ artikulatoris. Hal ini disebabkan oleh hilangnya kontrol dan pengaturan organ artikulatoris oleh otak, serta cara bernapas dan pengucapan yang salah.  Anak-anak yang gagap mengalami kesulitan dalam mengucapkan kata-kata, mengulang-ulang, tersipu-sipu, dan mengalami ketegangan pada otot-otot bagian belakang leher dan emosi, serta kehilangan kelancaran dalam berbicara, berhenti pada kata-kata tertentu, stres dan tertinggal. Hal ini terutama benar ketika anak sedang gembira dan terlalu cemas untuk berbicara.  Berikut ini adalah cara-cara untuk memperbaiki kegagapan pada anak kecil: 1. Orang dewasa tidak boleh menertawakan anak yang terpengaruh, apalagi mengolok-oloknya dengan meniru.  2. Orang tua harus bersabar dan membantu anak-anak mereka untuk mengetahui alasan gagap, menghilangkan ketegangan dan meletakkan beban pikiran.  3. Bagi anak-anak yang memiliki kebiasaan gagap yang disebabkan oleh ketegangan mental, mereka harus mengembangkan kepercayaan diri, berani, ceria, dan tenang, yang merupakan kondisi penting untuk memperbaiki kegagapan. Selalu menjaga suasana hati yang santai dan bahagia.  4 Lakukan latihan dasar pengucapan anak, cobalah untuk mengendurkan otot-otot mulut dan tenggorokan dan lakukan latihan pernapasan. Ucapkan berbagai bunyi tunggal sambil menghembuskan napas panjang, diikuti dengan melatih bunyi bibir yang diam dan gerakan artikulatoris lidah dan rahang. Identifikasi fonem yang biasanya sulit diucapkan dan minta mereka berulang kali mengucapkan bunyi tunggal yang mengandungnya.  5. Berdasarkan pelatihan pengucapan dasar, anak-anak diinstruksikan untuk membaca kalimat dengan keras, pertama dalam kalimat pendek dan kemudian dalam kalimat panjang. Hal ini akan membantu anak untuk mengembangkan kebiasaan berbahasa yang tenang, berirama, cepat dan lambat. Dua latihan di atas dapat dipraktikkan sendiri di lingkungan tanpa orang luar untuk menghilangkan ketegangan mental.  6. Perkaya kosakata anak Anda dan bantu dia untuk mengekspresikan pikirannya dengan benar. Jangan terburu-buru atau mendorong anak Anda ketika dia berbicara, dan dengarkanlah dengan sabar saat dia menyelesaikan kalimatnya. Beri mereka lebih banyak kesempatan untuk berbicara, seperti menceritakan kembali cerita pendek. Carilah kesempatan untuk memberikan pujian dan dorongan selama latihan untuk membangun kepercayaan diri.  Orang tua adalah guru pertama dari pencerahan anak-anak mereka yang masih kecil. Periode sebelum usia lima tahun adalah periode utama ketika sel bahasa dan memori manusia terbentuk, dan juga merupakan waktu terbaik bagi anak-anak kecil untuk belajar dan menguasai bahasa. Oleh karena itu, para orang tua muda tidak boleh kehilangan waktu untuk memberikan pendidikan bahasa sejak dini agar anak-anak mereka dapat berbicara sejak dini dan menguasai bahasa lisan untuk menjaga perkembangan intelektual anak-anak muda yang sehat.