Detak jantung janin adalah detak jantung janin. Pemantauan jantung janin adalah tes utama untuk menilai kondisi janin di dalam rahim dengan benar, dengan menggunakan prinsip USG untuk memantau janin di dalam rahim. Denyut jantung janin diatur oleh saraf simpatis dan parasimpatis. Dengan menelusuri kurva grafik pemantauan yang dibentuk oleh perubahan seketika pada denyut jantung janin, dimungkinkan untuk memahami respons jantung janin selama gerakan dan kontraksi janin, untuk menyimpulkan apakah janin mengalami hipoksia di dalam rahim. Alat ini aman bagi janin karena menggunakan prinsip ultrasound untuk memantau janin di dalam rahim. 1. Apa itu detak jantung janin? Detak jantung janin adalah detak jantung janin. Jantung janin adalah organ yang berfungsi paling awal dalam perkembangan seluruh tubuh dan suara jantung janin dapat secara langsung mencerminkan kesehatan janin. 2. Berapa lama setelah kehamilan detak jantung janin terjadi? Secara umum, jantung janin mulai berdetak 3-4 minggu setelah kehamilan. Pada awalnya detaknya lambat, hanya 60 hingga 70 kali per menit, dan detak jantung janin masih sangat lemah. Pada minggu ke-8 kehamilan, detak jantung janin dapat mencapai sekitar 180 kali per menit. Setelah 14 minggu kehamilan, detak jantung janin turun menjadi sekitar 140 detak per menit, dan kemudian tetap pada 120-160 detak per menit. 3. Berapa lama setelah kehamilan saya dapat mendengar detak jantung janin? Jantung janin biasanya dapat didengar pada usia 17-20 minggu (sekitar empat bulan) dengan menggunakan stetoskop normal di perut. Denyut jantung janin adalah 120-160 denyut per menit, kadang-kadang lebih cepat dan kurang teratur, tetapi menjadi lebih teratur menjelang akhir kehamilan. Seiring pertumbuhan janin dan posisinya yang bervariasi, posisi jantung janin juga akan berubah. Bunyi jantung janin sebagian besar berasal dari bagian belakang janin dan dapat didengar paling jelas di bagian belakang janin dekat tulang belikat, sehingga kepala janin dalam posisi kepala dapat didengar di kedua sisi perut bagian bawah, kepala janin dalam posisi sungsang dapat didengar di kedua sisi perut bagian atas, dan jantung janin pada posisi melintang lateral dapat didengar di pusar atau di garis tengah perut di bawah pusar. 4 . Apa saja tanda-tanda detak jantung janin yang normal? Detak jantung janin yang normal adalah teratur dan kuat, seperti detak jam, 120-160 denyut/menit. Jika <120 denyut/menit atau >160 denyut/menit, Anda dapat mengulangi mendengarkan sekali dengan interval 10-20 menit. 5 . Bagaimana cara memantau jantung janin saya di rumah? Dalam kehidupan sehari-hari, jika Anda pergi ke rumah sakit setiap hari untuk menguji detak jantung janin, akan sangat sulit bagi ibu hamil. Para ahli menyarankan agar ibu hamil dapat menguji detak jantung janinnya sendiri di rumah, tiga kali sehari, pagi, siang dan malam, selama 2-3 menit setiap kali, untuk memantau apakah detak jantung janin dalam kisaran normal: 120-160 denyut/menit, untuk memahami kesehatan janin, dan jika detak jantung janin tidak normal, pergilah ke rumah sakit tepat waktu. 6 . Apa saja tanda-tanda detak jantung janin yang tidak normal? Apa penyebabnya? Denyut jantung janin yang normal adalah antara 120 dan 160 denyut/menit, jika denyut jantung janin <120 atau >160 selama lebih dari 10 menit, denyut jantung janin tidak normal. Faktor-faktor yang dapat memicu denyut jantung janin yang tidak normal meliputi: (1) Kekurangan oksigen di dalam rahim ibu, yang mempengaruhi detak jantung janin. (2) Ibu mengalami flu dan demam, ketika jantung janin sering melebihi 160 denyut per menit. (3) Jika ibu menderita hipertiroidisme, detak jantungnya sendiri cepat dan detak jantung janin sering melebihi 160 detak/menit. (4) Penggunaan obat-obatan tertentu oleh ibu juga dapat menyebabkan denyut jantung ibu dan janin meningkat.