Waktu yang dibutuhkan untuk sembuh dari dermatitis atopik bervariasi, tergantung pada kondisi fisik individu, tingkat peradangan kulit, pengobatan, dan perawatan setelahnya. Pasien dengan kesehatan yang baik, gejala ringan dan perawatan yang tepat dapat sembuh dalam waktu sekitar 1 minggu, sedangkan pasien dengan kesehatan yang buruk, gejala berat dan perawatan yang tidak memadai dapat membutuhkan waktu sekitar 2-3 minggu atau bahkan beberapa bulan untuk sembuh. Dermatitis alergi biasanya disebabkan oleh reaksi inflamasi pada kulit atau selaput lendir terhadap zat eksogen, biasanya berupa kemerahan, bengkak, papula, lecet, dan lain-lain, yang biasanya disertai rasa gatal. Ketika gejala dermatitis atopik muncul, penting untuk mencari perhatian medis dan pengobatan sesegera mungkin untuk menghindari dermatitis subakut atau kronis yang lebih serius. Pengobatan utamanya adalah anti-alergi. Antihistamin seperti loratadine dan cetirizine dapat digunakan di bawah pengawasan medis, dilengkapi dengan vitamin C oral dan tablet kalsium, dan larutan furacilin topikal dapat dioleskan secara basah. Selain itu, perawatan harus dilakukan selama pengobatan. Umumnya, dermatitis atopik akan terasa gatal, merah, bengkak, dan panas, hindari menggaruk dengan tangan untuk menghindari infeksi. Jangan gunakan air panas dan sabun untuk membersihkan kulit dan mengurangi iritasi. Makanlah makanan yang ringan, hindari makanan yang pedas dan merangsang, dan makanlah banyak sayuran segar dan buah-buahan yang kaya vitamin untuk memperkuat tubuh Anda. Setelah alergi sembuh dan antihistamin dihentikan selama 1-2 minggu, perhatian perlu diberikan untuk mengidentifikasi penyebab alergi. Tes skrining alergen dapat dilakukan untuk menghindari paparan alergen sekunder yang dapat memicu alergi parah.