Pelajari lebih lanjut tentang jerawat

  Jerawat adalah penyakit kulit kronis yang terjadi pada kelenjar sebasea folikel rambut, sebagian besar di kepala dan wajah, leher, depan dan belakang, dan area lain dengan kelenjar sebasea yang melimpah.

  I. Klasifikasi jerawat yang umum

  1. Acne vulgaris: dua jenis jerawat dengan komedo hitam dan komedo putih.

  2. Papulosquamous: Penampilan padat dengan rasa gatal. Seiring waktu, peradangan meluas dan semakin dalam, bermanifestasi sebagai papula inflamasi.

  3. Pustular: Pustula dan papula inflamasi mendominasi, secara bertahap meningkat dalam ukuran dan peradangan.

  4. Kistik: bermanifestasi sebagai kista sebasea dengan berbagai ukuran, yang keras di bawah kulit saat disentuh dan mengandung cairan lengket bercampur darah, dan mungkin memiliki tanda atau bekas luka saat sehat.

  5. Nodular: Setelah salah perawatan dan pengobatan pustularitas yang terlewatkan, dapat berkembang menjadi nodul dengan berbagai ukuran. Nodularitas ini terletak di bawah kulit, atau menonjol dari kulit dan memiliki tekstur yang keras.

  Kedua, pengobatan jerawat harus menghindari beberapa kesalahpahaman

  1. Hindari penggunaan krim hormonal untuk menghindari memperparah kondisi.

  2. Jangan memencet secara artifisial, karena dapat menyebabkan infeksi dan meninggalkan bekas luka.

  3. Beberapa akan hilang secara otomatis, beberapa harus diobati secara konservatif, jangan memaksakan pengobatan untuk menghindari kejengkelan.

  4. Begitu Anda berjerawat, Anda tidak boleh membiarkannya pergi, agar tidak menunda kondisi tersebut.

  Ketiga, beberapa jenis jerawat semu

  1. Kategori pekerjaan: Pekerjaan jangka panjang seperti bensin dan solar, pelumas, dll. akan menyebabkan jerawat akibat kerja, yang akan hilang setelah Anda meninggalkan pekerjaan tersebut.

  2. Dermatitis folikuler: Ini menyebabkan peradangan kronis dan eritema wajah, papula, pengerasan kulit dan pengelupasan, tetapi bukan jerawat.

  3. Ruam obat: disebabkan oleh obat, pada batang tubuh, wajah, papula folikel, dan pustula di dalam obat. Setelah obat dihentikan, bisa hilang dengan sendirinya.

  4. Ruam tuberkulosis rosacea: eritema dan kapiler melebar di wajah.

  Tindakan pencegahan

  1. Cuci muka dengan air hangat dua kali sehari, hindari memencet dan memetik area yang terkena dengan tangan Anda.

  2. Jaga faktor emosional yang baik, jangan memiliki stres yang besar, biasanya kembangkan kebiasaan yang baik.

  3. Perhatikan perawatan diet, hindari makan makanan yang terlalu pedas, manis dan merangsang.

  4. Usahakan untuk tidak memakai terlalu banyak riasan, jangan menggunakan parfum dan kosmetik yang buruk.