Prolaps tali pusat didefinisikan sebagai pecahnya selaput janin, dengan tali pusat berada di bawah area prapubertas atau masuk ke dalam vagina melalui serviks, atau bahkan keluar dari vulva melalui vagina. Faktor risiko yang umum termasuk posisi janin yang tidak normal, kepala janin yang tinggi, disproporsi sefalopelvik, ketuban pecah dini, persalinan prematur, kehamilan kembar, cairan ketuban yang berlebihan, dan pemutusan tali pusat secara manual yang tidak tepat. Faktor-faktor risiko di atas sangat penting untuk perawatan ibu secara dini dan efektif. 1. Perawatan perinatal: memperkuat pemeriksaan antenatal dan pendidikan prenatal secara teratur, meningkatkan kesadaran ibu akan perawatan diri, mencegah kelahiran prematur dan ketuban pecah dini, serta memperbaiki posisi janin yang tidak normal saat ditemukan selama persalinan. 2. Asuhan keperawatan selama persalinan: menginstruksikan ibu dengan faktor risiko tinggi prolaps tali pusat untuk beristirahat di tempat tidur setelah persalinan, menghitung gerakan janin dengan cermat, mengamati kemajuan persalinan dengan cermat, memantau denyut jantung janin secara terus menerus, dan menginstruksikan ibu dengan ketuban pecah untuk menerapkan posisi kepala di bawah, pinggul di atas. Jika prolaps tali pusat terdiagnosis, segera lakukan posisi lutut-dada, berikan oksigen, dan doronglah bagian pre-descendent janin jika rahim belum sepenuhnya terbuka, sehingga dapat mengurangi tekanan pada tali pusat dari bagian pre-descendent dan mengembalikan suplai darah ke tali pusat sejauh mungkin. Pada saat yang sama, segera lakukan operasi caesar atau persalinan dengan bantuan vagina. (2) Mengevaluasi tingkat asfiksia dan memilih metode resusitasi yang tepat sampai bayi baru lahir bernapas, kulitnya kemerahan dan menangis keras sebelum mengikat tali pusat; (3) Mengamati kontraksi ibu dengan cermat untuk mencegah perdarahan pascapersalinan, mendorong kontraksi uterus dan memeriksa dengan cermat apakah ada robekan jalan lahir yang lunak. (4) Jika terdapat luka pada perineum, instruksikan ibu untuk berbaring pada sisi yang sehat untuk mencegah bau tidak sedap mengotori luka, menjaga vulva tetap bersih dan mencegah infeksi; (5) Berikan bimbingan psikologis yang tepat kepada ibu untuk menenangkan emosinya. Prolaps tali pusat adalah komplikasi obstetri yang relatif jarang terjadi dan dapat meningkatkan angka kematian bayi perinatal jika tidak terdeteksi dan ditangani tepat waktu atau jika tidak ditangani dengan benar. Oleh karena itu, penting untuk mengambil tindakan perawatan yang tepat waktu dan efektif.