Data klinis menunjukkan bahwa progesteron <5ng/ml, dapat dianggap sebagai perkembangan embrio yang tidak normal atau sterilisasi. Namun, progesteron yang rendah saja biasanya tidak menyebabkan keguguran, yang sebagian besar disebabkan oleh kelainan pada janin itu sendiri. Progesteron adalah progesteron penting yang mendukung kehamilan pada wanita, dan progesteron yang rendah sering kali merupakan indikasi insufisiensi luteal, yang dapat menyebabkan kegagalan embrio atau keguguran. Nilai progesteron bervariasi setiap saat selama minggu kehamilan, berkisar antara 63,4-94,5nmol/l pada awal kehamilan. Kisaran nilai progesteron itu sendiri sangat berfluktuasi setelah kehamilan, dan nilai yang rendah dapat mengindikasikan perkembangan embrio yang tertunda atau bahkan sterilisasi, sementara tingkat progesteron yang rendah tanpa gejala abnormal lainnya dapat dianggap sebagai embrio yang sehat. Jika nilai progesteron terlalu rendah selama kehamilan, Anda tidak boleh mengonsumsi obat progesteron tanpa izin, tetapi pergilah ke departemen kebidanan dan kandungan di rumah sakit sesegera mungkin, dan dengarkan saran dokter untuk memutuskan apakah akan memelihara bayi atau tidak. Selain itu, dalam kehidupan sehari-hari, disarankan agar wanita hamil mencoba untuk makan lebih banyak makanan yang kaya protein dan mengurangi asupan makanan yang merangsang.