Faringitis folikular dapat menjadi sekunder akibat faringitis akut, peradangan kronis amandel, infeksi saluran pernapasan atas dan bawah, dll. Hal ini juga dapat disebabkan oleh kerusakan pada selaput lendir faring melalui penghirupan debu, gas berbahaya, konsumsi makanan pedas dan iritasi, dll. Hal ini juga bisa menjadi sekunder untuk beberapa penyakit sistemik (misalnya, anemia, gangguan pencernaan, penyakit kardiovaskular, gangguan endokrin, dan defisiensi kekebalan tubuh).