Pemasangan magnetik membantu menstabilkan gigi palsu yang longgar

Ibu Chang telah memakai gigi palsu lepasan selama bertahun-tahun, tidak hanya gigi palsu yang sering lepas, tetapi bahkan gigi yang menjadi tempat pengait logamnya pun goyah. Akankah dia kehilangan dua gigi yang tersisa? Dalam kehidupan, tidak sedikit orang lanjut usia yang memiliki kekhawatiran seperti Ibu Chang. Gigi palsu yang longgar, tidak stabil, sakit saat ditekan, dan bahkan rontok saat membuka mulut, serta tidak cukup mengunyah, sehingga mempengaruhi saat makan. Apakah ada solusi untuk masalah ini? Gigi tiruan cekat magnetik (gigi tiruan) dapat membantu orang dengan masalah ini. Alat ini terdiri dari angker yang dipasang pada akar gigi yang tersisa di mulut pasien dan magnet yang dipasang pada dasar gigi tiruan, menggunakan daya tarik magnet di antara keduanya untuk menstabilkan gigi tiruan dan mencegahnya melonggar dan lepas. Banyak pasien yang mengalami bahwa terkadang sulit untuk melepas dan memasang gigi palsu yang dapat digerakkan. Menggunakan arah yang salah atau dengan kekerasan dapat menyebabkan trauma pada gigi Anda. Namun, gigi palsu cekat magnetik tidak memiliki jepitan logam yang rumit dan konstruksinya sederhana, sehingga mudah dilepas dan dipakai. Oleh karena itu, bagi para lansia, terutama mereka yang memiliki ketangkasan jari yang kurang baik, atau dengan gejala sisa stroke, gigi tiruan cekat magnetis dapat dipilih saat melakukan perbaikan gigi tiruan lepasan. Dengan teknologi baru ini, gigi yang longgar dan sisa akar juga dapat digunakan secara efektif untuk menghindari ketidaknyamanan dalam membuat gigi palsu penuh. Selain itu, pemasangan magnetik dapat menggantikan jepitan logam, membuat gigi tiruan menjadi lebih indah. Selain itu, konstruksi gigi tiruan cekat magnetik sederhana, pembersihan dan perawatannya dapat dilakukan dengan mudah. Magnet dan angker gigi tiruan magnetik dirancang khusus agar gaya magnet tidak bocor dan tidak berbahaya bagi tubuh manusia. Penting untuk diperhatikan bahwa pasien harus diperiksa dan dinilai oleh dokter profesional untuk menentukan apakah pasien cocok untuk gigi tiruan magnetik, dan dokter yang ahli dalam teknologi ini harus melakukan desain dan operasi yang benar untuk mencapai hasil yang diinginkan. Pasien yang menggunakan gigi tiruan magnetik harus melepas gigi tiruan yang dapat digerakkan dengan magnet agar tidak mempengaruhi keakuratannya saat melakukan pemeriksaan resonansi magnetik pada kepala dan wajah. Pasien-pasien ini juga perlu memperhatikan kebersihan mulut, terutama menyikat gigi di sekitar angker pada akar gigi di dalam mulut. Gigi tiruan magnetik tidak cocok untuk mereka yang memiliki kondisi akar gigi yang buruk, tidak dapat menjaga kebersihan mulut atau pasien dengan tumor ganas pada kepala dan wajah yang memerlukan pemeriksaan MRI yang sering sebelum dan sesudah operasi.