Pengaruh pemberian ASI yang konsisten terhadap sistem kekebalan tubuh bayi

1, ASI akan menghasilkan lebih banyak kekebalan dalam tubuh Dalam ASI terdapat banyak faktor anti infeksi dan anti inflamasi, banyak di antaranya, seperti laktoprotein besi, analisis urin bayi yang diberi susu formula akan menemukan sejumlah besar laktoprotein besi, itulah sebabnya mengapa bayi yang diberi susu formula lebih rentan terhadap infeksi saluran kemih. Hal ini juga menunjukkan bahwa ASI memicu resistensi lokal. Bayi yang mengonsumsi susu formula bubuk karena kandungan protein susu formula bubuk zat besi lebih tinggi, lambung bayi kecil kemampuan penyerapannya tidak kuat, mudah disaring sehingga menyebabkan infeksi saluran kemih. 2, makan ASI tingkat kekebalan yang lebih tinggi ASI pada bayi memberikan perlindungan pada saat yang sama, tetapi juga mengurangi risiko bayi terkena jenis infeksi lain, tetapi tidak berarti bahwa ASI adalah pengganti vaksinasi. Jika bayi Anda telah divaksinasi dan juga minum ASI, maka akan membuat antibodi tertentu pada bayi Anda menjadi lebih kuat dan lebih efektif untuk melawan tetanus, difteri toksoid, dan influenza tipe B. Oleh karena itu, dibandingkan dengan pemberian susu formula, ASI juga dapat membuat daya tahan tubuh bayi terhadap vaksinasi menjadi lebih kuat. 3, ASI tidak steril Semakin banyak penelitian tentang mikroorganisme usus, mikroorganisme ini termasuk bakteri dan sel kekebalan tubuh, dll., yang memainkan peran yang sangat penting dalam kesehatan manusia, meskipun manusia masih belum tahu bagaimana mikroorganisme ini mempengaruhi kesehatan manusia. Ketika seseorang masih muda, mikroorganisme di dalam usus sangat rentan terhadap pengaruh, seiring bertambahnya usia, mikroorganisme di dalam usus menjadi lebih kuat dan tidak terlalu rentan terhadap pengaruh luar, tetapi tidak tetap tidak berubah. Bayi yang disusui juga mendapatkan bakteri ke dalam tubuh mereka dari kulit ibu mereka atau dari ASI yang mereka minum. Bakteri ini bermanfaat bagi tubuh bayi, dan ketika masuk ke dalam tubuh bayi, mereka membentuk “keluarga” di kulit bayi atau di usus, dan membangun mikrobioma di usus untuk menjaga tubuh tetap sehat. ASI juga mengandung prebiotik (makanan untuk bakteri). Zat yang paling banyak terkandung dalam ASI adalah lakto-oligosakarida, yang merupakan prebiotik paling alami.