Masalah apa yang dapat dipecahkan oleh CT untuk pasien onkologi?

1. Identifikasi tumor atau lesi jinak dan ganas: Seperti yang kita ketahui, identifikasi tumor jinak dan ganas sangat penting, yang tidak hanya terkait dengan rencana pengobatan, tetapi juga secara langsung memengaruhi prognosis pasien. Sebagai contoh, jika seorang pasien memiliki satu nodul di paru-paru dan aktivitas metabolisme nodul tidak tinggi setelah pemeriksaan PET/CT, hal ini menunjukkan bahwa kemungkinan lesi jinak tinggi dan pilihan pembedahan harus hati-hati; sebaliknya, jika aktivitas metabolisme nodul meningkat, hal ini menunjukkan bahwa kemungkinan ganas, dan tindakan pengobatan aktif harus dilakukan, termasuk pembedahan. Stadium tumor: Stadium tumor merupakan dasar penting untuk menentukan rencana pengobatan pasien, pencitraan PET/CT seluruh tubuh dapat memberikan informasi tentang apakah ada metastasis di organ-organ di seluruh tubuh, seperti otak, paru-paru, kelenjar getah bening, hati, kelenjar adrenal, dan tulang, yang kondusif untuk menentukan stadium klinis yang akurat untuk berbagai jenis tumor, seperti kanker paru-paru, kanker payudara, kanker kolorektal, kanker ovarium, limfoma, dll. Sebagai contoh, mengambil diagnosis metastasis kelenjar getah bening dapat digunakan untuk mendiagnosis metastasis kelenjar getah bening yang menunjukkan kemungkinan keganasan. Mengambil contoh diagnosis metastasis kelenjar getah bening, PET/CT lebih akurat, karena CT atau MRI menganggap pembesaran kelenjar getah bening (>1cm) sebagai metastasis, di mana tidak ada pembesaran kelenjar getah bening akibat peradangan kronis, atau salah menilai kelenjar getah bening berukuran normal yang telah diserang oleh jaringan tumor, sedangkan PET menentukan apakah metastasis terjadi sesuai dengan aktivitas metabolisme kelenjar getah bening, yang lebih akurat dibandingkan dengan hanya mempertimbangkan ukuran lesi. Evaluasi kemanjuran terapi: Karena sensitivitas PET/CT yang tinggi dan pencitraan metabolik fungsionalnya, PET/CT lebih akurat dan sensitif dalam menilai kemanjuran terapi radioterapi dan kemoterapi, yang sangat membantu dalam memandu dokter untuk menyesuaikan rencana perawatan pada waktunya. Mengidentifikasi nekrosis, fibrosis dan tumor residual atau rekuren setelah pengobatan: PET/CT dapat mengidentifikasi nekrosis, fibrosis dan tumor residual atau rekuren setelah kemoterapi, radioterapi dan pembedahan, yang sulit dilakukan dengan metode pencitraan lainnya. 5. Membantu membuat rencana radioterapi untuk tumor: PET/CT dapat membantu ahli radioterapi untuk menguraikan area target biologis yang lebih masuk akal dan membantu membuat rencana radioterapi. 6. Mencari fokus utama tumor: pasien yang memiliki fokus metastasis tumor yang jelas dapat mencari fokus utama tumor melalui pemeriksaan PET/CT.