Pseudotumor demielinasi inflamasi

  Lesi demielinasi tumor (TDL), yang dikenal sebagai pseudotumor demielinasi, lesi demielinasi mirip tumor, lesi demielinasi bengkak, dan juga sebagai varian sklerosis multipel, dulunya diklasifikasikan sebagai bentuk peralihan yang independen antara sklerosis multipel dan ensefalomielitis diseminata akut. Penyakit ini pernah diklasifikasikan sebagai tipe peralihan yang terpisah antara multiple sclerosis dan ensefalomielitis diseminata akut, dan pertama kali dilaporkan oleh van Dor Velden pada tahun 1979. Penyakit ini sering muncul sebagai massa soliter dalam sistem saraf pusat, yang jarang terlihat secara klinis dan mudah salah didiagnosis sebagai tumor otak. Tingkat kesalahan diagnosis hampir 100%.  Gambaran klinis: Onset akut atau kronis. Rentang usianya adalah remaja, dewasa muda dan paruh baya. Perjalanan penyakit ini bersifat monokronik, dengan awal penyakit yang lebih parah, dan penyakit ini cenderung mendatar seiring perkembangannya. Presentasi klinis bervariasi. Bila lesi berukuran besar, dapat menunjukkan tanda-tanda kompresi atau kerusakan parenkim otak, atau bahkan hipertensi kranial dan gangguan mental.  Tes tambahan: Sebagian besar tes rutin biasa-biasa saja. Imunoassay cairan serebrospinal: Laju sintesis IgG 24 jam, pita oligoklonal IgG, dan protein dasar mielin positif, baik secara tunggal maupun kombinasi, yang menunjukkan adanya kelainan imunologis pada SSP. Alasan kesalahan diagnosis: 1) Tidak ada kekhususan dalam gejala klinis dan pemeriksaan biokimia; 2) Kurangnya kekhususan dalam pencitraan; 3) Insidensi klinis yang rendah dan kurangnya pengetahuan yang komprehensif.  Oleh karena itu, pemahaman yang komprehensif mengenai gambaran klinis dan manifestasi pencitraan dapat meningkatkan tingkat diagnosis pra-operasi.