Program Pendidikan Anak Usia Dini selama 0 hingga 3 bulan

Fokus pelatihan: 1, meningkatkan kekuatan otot leher dan otot tungkai atas, mendorong terjadinya gerakan menengadah ke atas dan menoleh ke samping. 2 . Merangsang minat, menumbuhkan perhatian, observasi dan emosi positif dan menyenangkan. 3 . Menumbuhkan keinginan untuk menyentuh dan memegang benda serta kemampuan awal menyentuh dan memegang. 4 . Menumbuhkan anak-anak untuk berkomunikasi dengan orang dewasa untuk respon verbal dan pembentukan awal ritme musik. Mempromosikan pembentukan artikulasi dan rasa irama musik anak-anak. Perkembangan kognitif 1, pelatihan visual: melatih penglihatan anak-anak dengan objek untuk naik dan turun, kiri dan kanan, lingkaran, dekat dan jauh, diagonal dan gerakan terarah lainnya, untuk merangsang perkembangan visual, pengembangan fleksibilitas gerakan mata dan koordinasi. Pelatihan pendengaran: latih anak-anak untuk menoleh untuk mencari sumber suara. 3, pelatihan taktil: pipi bayi, bibir, lengkungan alis, ujung jari tangan atau kaki dan tempat-tempat lain sangat sensitif terhadap indra tekanan sentuhan. 4, rasa, bau, suhu dan pelatihan sensorik lainnya. Kedua, pengembangan keterampilan motorik 1, latihan head-up (1) tengkurap: awal pelatihan 30 detik setiap kali, dan kemudian dapat diperpanjang secara bertahap menjadi sekitar 3 menit sesuai dengan pelatihan anak. (2) Duduk dengan kepala vertikal. 2, pelatihan berbelok ke samping (1) latihan berbelok ke samping: setiap latihan 2 ~ 3 menit, beberapa kali sehari. Ini dapat meningkatkan fleksibilitas dan koordinasi otot leher, dan mempersiapkan diri untuk berbelok ke samping. (2) Latihan side flip: pelajari gerakan side flip, bantu anak-anak merasakan perubahan posisi tubuh, 2 kali sehari, masing-masing side flip 2 ~ 3 kali. 3, latihan gerakan tangan (1) latihan persepsi tangan: biarkan anak merasakan gerakan tangan. (2) Latihan menggenggam: dapat meningkatkan koordinasi mata dan tangan serta pembentukan persepsi visual. Ketiga, kebiasaan dan pengembangan kemampuan hidup 1, tidur: umum 3 bulan sebelum bayi tidur 4 sampai 5 kali sehari, 3 sampai 4 kali di siang hari, 1,5 sampai 2 jam setiap kali, 7 sampai 9 jam tidur di malam hari. Pola makan: makan secara teratur dapat membuat sistem saraf, sistem endokrin, dan sistem pencernaan mengkoordinasikan kerja mereka dan membentuk refleks terkondisi terhadap waktu makan. Bayi berusia 3 bulan harus diberi makan dengan susu 6-7 kali sehari, setiap 3-4 jam, tetapi tidak pada malam hari atau dengan interval yang lebih lama. Dalam kondisi apa pun, bayi tidak boleh dipaksa untuk makan. Bayi sering menolak untuk makan karena tidak terbiasa dengan lingkungannya, tidak terbiasa dengan makanan baru, tidak lapar, atau sakit. Bayi dapat diberi makan berbagai rasa jus buah dan sayuran, yang tidak hanya mendorong perkembangan indera perasa, tetapi juga memungkinkan bayi untuk beradaptasi dengan rasa makanan lain, sehingga memudahkan mereka untuk menjilat dan menambahkan makanan lain di masa depan. bayi sebelum usia 3 bulan dapat diberi makan 1 ~ 2 sendok teh jus buah atau sayuran per hari. 3, buang air kecil dan buang air besar: 2 ~ 3 bulan anak-anak dapat didasarkan pada pola buang air kecil dan buang air besar anak itu sendiri, melatih anak-anak dengan air seni, tinja. Pelatihan harus memperhatikan pegang urin bayi, hukum tinja, tidak sering kencing, tinja, setiap kali buang air kecil, waktu buang air besar tidak boleh terlalu lama (umumnya tidak lebih dari 2 menit). 4 . Menumbuhkan kebiasaan kebersihan dan kebersihan. 5 . Kembangkan kemampuan mandiri. Keempat, penanaman kemampuan interaksi sosial untuk memenuhi pembentukan bayi secara bertahap dari berbagai kebutuhan fisiologis dan pemahaman tentang kebutuhan bayi, merupakan syarat utama emosi positif bayi, tetapi juga bayi belajar berinteraksi dengan dasar orang. Metode berikut ini dapat mendorong pembentukan dan pengembangan kemampuan interaksi sosial bayi. 1. Pandai mengenali dan menanggapi tangisan bayi. 2 . Kembangkan persepsi bayi tentang ucapan. Manfaatkan waktu bangun tidur anak, biarkan dia melihat lingkungan sekitar, dan beritahu dia nama dan perilaku hal-hal yang dia perhatikan di sekitarnya. 3, suara menggoda: ini dapat meningkatkan emosi gembira bayi, memotivasi bayi untuk berinteraksi dengan orang lain. V. Pelatihan komprehensif 1. Menggerakkan kain untuk melihat sesuatu. 2 . Permainan geser: Dapat merangsang perkembangan fungsi propriosepsi dan keseimbangan bayi. 3, senam, pijat: senam yang tepat, pijat dapat meredakan ketegangan otot awal bayi, meningkatkan perkembangan gerakan.