Pedoman diet untuk anak-anak dengan alergi purpura

       Makanan (seperti daging, susu, telur, sayuran, produk kedelai, dan buah-buahan) dan benda-benda (seperti bunga, pakaian baru, buku dan koran, debu, bahan kimia, dll.) yang tidak menyebabkan alergi pada anak dapat menyebabkan reaksi alergi dan dengan demikian memperparah kondisi tersebut. Oleh karena itu, diet dan manajemen hidup sangat penting. Orang tua harus memberikan anak-anak mereka diet yang wajar dan perawatan hidup di bawah bimbingan dokter.  Setelah ruam mereda selama 2 hingga 4 minggu, pertimbangkan untuk menyesuaikan pola makan dan menambahkan makanan berprotein hewani. Urutan penambahan dibagi menjadi tiga tahap: Tahap 1 (daging, kecuali daging domba): Prinsip penambahan adalah secara bertahap meningkatkan variasi dan kuantitas makanan. Urutan varietasnya adalah babi → ayam → bebek → daging sapi, yaitu setelah 5-7 hari menambahkan varietas 1 (misalnya babi) tanpa ruam kambuh, kemudian mulai menambahkan varietas 2 (misalnya ayam), varietas 2 (misalnya ayam) tanpa ruam kambuh setelah 5-7 hari, kemudian mulai menambahkan varietas 3 (misalnya bebek), dan seterusnya. Jumlah makanan harus dari jumlah kecil → jumlah sedang → acak. Setelah 1 bulan penyesuaian pada tahap pertama, jika penyakitnya stabil, Anda bisa memasuki tahap kedua.  Fase 2 (telur dan susu): prinsip penambahan terutama didasarkan pada peningkatan kuantitas makanan secara bertahap, urutan varietasnya adalah telur terlebih dahulu, diikuti oleh susu, dan waktu pengamatan juga 5-7 hari.  Tahap ketiga (ikan, udang dan daging kambing): penambahan waktu harus dipertimbangkan paling tidak 6 bulan sampai 1 tahun setelah kondisinya stabil.  2. Sayuran, buah-buahan dan biji-bijian apa saja yang dapat dikonsumsi?  Jika tidak ada gejala pencernaan, seperti sakit perut, darah dalam tinja, muntah, dll., sebagian besar sayuran, buah-buahan dan biji-bijian dapat dimakan, tetapi harus memperhatikan jumlah sayuran seperti peterseli, seledri, bawang putih dan buah-buahan selatan lainnya yang dimakan. Mendorong lebih banyak tahu, susu kedelai dan produk kedelai untuk melengkapi protein nabati. Bumbu seperti bawang merah, jahe dan bawang putih dapat dimasak, tetapi minyak nabati (misalnya, minyak kacang, minyak jagung, minyak zaitun, dll.) harus digunakan dalam proses memasak.  3. Cobalah makan makanan semi-cair dan makanan yang mudah dicerna, dan kendalikan jumlah makanan yang dimakan dengan tepat. Dianjurkan untuk makan dalam porsi kecil dan sering untuk menghindari nyeri perut dan kambuhnya purpura akibat gangguan pencernaan.