Kesulitan bernapas saat tidur biasanya terlihat dalam dua situasi, sebagai berikut: 1. Asma bronkial, yang cenderung menyerang saat tidur, yaitu pada malam hari, karena saraf vagus relatif bergairah pada malam hari dan bronkus berada dalam keadaan relatif berkontraksi dibandingkan dengan siang hari, sehingga mudah menyebabkan pembatasan aliran udara dan gejala kesulitan bernapas. 2. Insufisiensi jantung, termasuk insufisiensi jantung yang disebabkan oleh berbagai alasan, seperti Kardiomiopati, penyakit jantung koroner, penyakit jantung hipertensi dan penyakit jantung hipertiroid. Di satu sisi, organ-organ di rongga perut bergerak ke arah rongga toraks selama tidur, sehingga volume relatif rongga toraks berkurang dan amplitudo pernapasan menjadi lebih kecil dan terbatas, dan di sisi lain, peningkatan jumlah kembalinya darah jantung dan peningkatan beban pada jantung saat berbaring dapat dengan mudah menyebabkan stasis paru dan menyebabkan kesulitan bernapas. Oleh karena itu, jika Anda mengalami kesulitan bernapas saat tidur, penting untuk melakukan pemeriksaan medis lebih awal untuk mengidentifikasi penyebabnya.