Bagaimana mata bisa mengalami rabun jauh?

Patogenesis miopi masih belum jelas dan mungkin terkait dengan faktor-faktor berikut: 1. Faktor genetik. Jika salah satu atau kedua orang tua sangat rabun, insiden miopi pada anak akan tinggi. 2. Kelahiran prematur. Bayi prematur memiliki harapan hidup yang rendah dan membutuhkan oksigen, yang dapat menyebabkan oedema retina dan pencairan, yang menyebabkan peningkatan sumbu mata.3. Kekurangan nutrisi. Beberapa sumber asing menunjukkan bahwa kekurangan protein, vitamin, kalsium dan kromium mempengaruhi perkembangan kristal dan dinding mata.4. Faktor lingkungan. Faktor yang paling penting adalah penggunaan mata yang tidak higienis, penggunaan mata yang terlalu lama, penggunaan mata yang terlalu dekat, menonton televisi yang tidak terkendali, bermain video game, bermain piano, dll., yang membuat mata dalam keadaan tegang dalam waktu yang lama. Postur tubuh yang tidak tepat dalam membaca dan kebiasaan membaca yang buruk, membuat pengaturan mata menjadi sangat berat dan dapat dengan mudah menyebabkan kelelahan visual, yang mengarah ke perkembangan miopi. Prevalensi miopi tinggi di Tiongkok dan telah melompat ke puncak dunia. Kita perlu mengambil langkah-langkah komprehensif untuk mencegah miopi dengan memperbaiki lingkungan, memperhatikan kebersihan mata, mengurangi beban belajar siswa dan memperhatikan keseimbangan gizi anak.