Jangan memberikan obat pada bayi Anda dengan cara yang sulit, tetapi lakukanlah dengan cara yang benar!

  Orang tua paling cemas ketika anak-anak mereka sakit, dan memberi mereka obat bisa memusingkan. Beberapa orang tua sering membuka mulut anak-anak mereka dan mencubit hidung mereka untuk memberi mereka obat, tetapi ini sebenarnya sangat berbahaya.  Ada dua saluran di faring manusia: satu adalah esofagus dan yang lainnya adalah trakea. Ada tulang rawan epiglotis di atas trakea, yang menutupi pintu masuk ke trakea saat menelan dan memungkinkan makanan masuk ke kerongkongan, tetapi jika Anda memberikan obat ketika anak Anda menangis, tulang rawan epiglotis tidak akan dapat menutupi pintu masuk ke trakea, menyebabkan obat mengalir ke trakea dan menyebabkan anak tersedak dengan hebat, yang dapat menyebabkan pneumonia aspirasi jika terhirup ke paru-paru.   Dosis harus diterapkan di bawah bimbingan dokter dan tidak boleh dikurangi setengahnya atau ditingkatkan atas inisiatif Anda sendiri. Minumlah obat-obatan yang merangsang saluran pencernaan setelah makan, obat cacing pada waktu perut kosong, dan obat-obatan untuk membantu pencernaan sebelum makan, serta tablet berlapis enterik dan tablet berlapis ganda yang tidak dapat dihancurkan, dan tablet hisap yang tidak dapat diminum. Banyak perusahaan farmasi sekarang memproduksi obat oral rasa buah untuk anak-anak, yang cocok untuk anak-anak dan dapat digunakan oleh orang tua.  Apabila memberikan obat kepada anak kecil, anak harus digendong dan ditempatkan dalam posisi setengah berbaring. Gunakan sendok kecil untuk menuangkan obat secara perlahan-lahan melalui sudut mulut sampai tertelan. Pada anak yang lebih besar, langkah pertama yang harus dilakukan adalah mendorong anak untuk meminum obatnya sendiri, jangan pernah dengan menyalahkan atau menegur. Dengan sabar katakan kepada anak bahwa obat tersebut dapat membunuh bakteri dan virus, dan bahwa setelah minum obat, dia dapat bermain dengan anak-anak seperti sebelumnya. Anda juga bisa menyiapkan dua mangkuk kecil, satu dengan jus atau minuman favorit anak dan yang lainnya dengan obat. Berikan minuman terlebih dahulu kepada anak, beralihlah ke obat ketika bayi tidak melihat dan berikan sesendok minuman dengan cepat. Berhati-hatilah untuk tidak memberikan terlalu banyak obat dan jangan membentuk rutinitas rutin ketika memberikan obat, karena anak mungkin akan menolak untuk meminumnya lagi. Jika perlu, berikan obat secara paksa, tetapi lakukan dengan cepat untuk mencegah anak memuntahkannya atau tersedak.