Anak-anak yang mengalami teror malam sekali dalam semalam biasanya dikaitkan dengan faktor lingkungan, kekurangan vitamin D atau gangguan neurologis. Orang tua perlu membawa anak-anak mereka untuk pemeriksaan yang relevan dan memperbaiki lingkungan tidur mereka. Penyebab umum dan pengobatan I. Faktor lingkungan: Teror malam hari dapat terjadi jika suasana keluarga tegang, anak terpapar agresi di luar rumah, anak terlalu bersemangat sebelum tidur, menonton film horor, atau lingkungan tidur terlalu dingin atau terlalu panas. Orang tua harus memberikan suasana keluarga yang baik kepada anak, perlu membantu anak menyesuaikan lingkungan tidur, hindari membiarkan anak menonton TV, film, bermain game, dll sebelum tidur, dan jaga suasana hati yang tenang untuk tidur, yang dapat membantu mencegah teror malam. Jika teror malam berulang dan tidak dapat dihilangkan, maka Anda harus pergi ke departemen psikiatri rumah sakit tepat waktu untuk mencari bantuan. Faktor penyakit: 1, kekurangan vitamin D dan kalsium: anak-anak karena kekurangan vitamin D dan kalsium, akan terjadi teror malam, keringat berlebih, menangis di malam hari, kebotakan oksipital dan gejala lainnya, harus mengikuti saran dokter kepada anak untuk menambah kalsium dan vitamin D yang sesuai. Selain itu, sinar matahari yang sesuai juga membantu menambah vitamin D, sehingga Anda dapat membawa anak di siang hari lebih banyak berolahraga di luar ruangan, untuk mengisi kembali kekurangan vitamin D, dan juga mengonsumsi sejumlah energi dan energi, yang membantu tidur lebih nyenyak di malam hari; 2. Membantu tidur lebih nyenyak di malam hari; 2, penyakit neurologis: seperti menderita epilepsi, tumor otak atau cedera otak neonatal dan penyakit lainnya, juga akan sering terjadi teror malam, harus pergi ke rumah sakit sesegera mungkin, epilepsi dapat diberikan obat antiepilepsi, seperti fenitoin natrium, karbamazepin dan sebagainya. Tumor otak dapat diangkat melalui pembedahan, ditambah dengan radioterapi jika perlu, dan cedera otak neonatal memerlukan rehabilitasi pada tahap selanjutnya. Anak-anak ini harus memperhatikan pola makan mereka selama perawatan, mengurangi makanan pedas dan makanan yang merangsang, makan lebih banyak buah dan sayuran yang kaya vitamin, dan memastikan nutrisi yang seimbang.