Infark serebral adalah nekrosis iskemik atau pelunakan jaringan otak yang terbatas akibat gangguan sirkulasi darah, iskemia dan hipoksia di otak, dengan gejala klinis yang kompleks. Manifestasi klinis tergantung pada ukuran dan lokasi infark serta pembuluh darah, dan dapat dibagi menjadi tiga kategori: 1. Manifestasi yang khas: infark otak dapat dimulai secara tiba-tiba atau berkembang secara perlahan dan memburuk. (Gejala ini adalah manifestasi infark serebral yang lebih umum dan umumnya dikenali oleh orang-orang. 2. Manifestasi atipikal: Beberapa pasien juga menunjukkan gejala pusing, yang bisa berupa rasa berputar dan berputar, atau hanya rasa pusing, penglihatan ganda, kesulitan menelan atau tersedak air, atau manifestasi atipikal seperti condong ke satu sisi saat berjalan, membentur kusen pintu, atau rasa sakit pada tubuh yang menyimpang, atau gemetar pada tungkai, yang sebenarnya adalah beberapa bagian khusus dari infark otak, yang tidak lazim dan tidak terlihat oleh orang awam dan mudah Jenis infark ini tidak lazim, tidak terlihat oleh orang awam dan mudah diabaikan, dan seringkali kondisinya lebih cenderung berubah, umumnya pada lesi pada sistem vertebrobasilar (sirkulasi posterior). 3. Manifestasi kritis: Jika infark serebral berukuran besar atau terjadi di area kritis, dapat menyebabkan kebingungan, demam tinggi, perdarahan saluran cerna, kejang atau bahkan koma, dan mungkin juga melibatkan pusat pernapasan dan peredaran darah yang membahayakan nyawa pasien. Jenis ini menunjukkan kondisi yang serius, dan jika tingkat gangguan kesadaran secara bertahap meningkat, hal ini menunjukkan bahwa kondisinya semakin memburuk dan harus ditangani dengan perhatian medis atau resusitasi segera, dan lesi pada sirkulasi anterior dan posterior pada kasus ini Lesi sirkulasi anterior dan posterior dapat terjadi. Jika satu atau lebih manifestasi di atas terjadi, Anda harus sangat waspada terhadap adanya infark serebral dan segera mencari bantuan medis untuk mendapatkan diagnosis dan perawatan profesional.