Pria 82 tahun dengan retensi urin meredakan gejala dengan drainase tepat waktu

(Penafian: Artikel ini hanya untuk penggunaan umum dan informasi dalam konten berikut telah diproses untuk melindungi privasi pasien)

Abstrak: Seorang pria berusia 82 tahun datang ke rumah sakit kami dengan ketidakmampuan untuk buang air kecil, disertai dengan rasa nyeri di perut bagian bawah. Setelah menyempurnakan pemeriksaan, pasien ditemukan memiliki perut bagian bawah yang buncit dengan nyeri tekan, dan diagnosis awal adalah retensi urin. Satu bulan kemudian, gejala kesulitan buang air kecil pasien sebagian besar berkurang dan status kemihnya membaik, dan kondisinya membaik.

Informasi Dasar】 Laki-laki, 82 tahun

Jenis penyakit】 Retensi urin

Rumah Sakit】 Rumah Sakit Pertama Harbin

Tanggal Konsultasi】 Februari 2022

Rencana pengobatan】Pemasangan kateter urin + obat oral (kapsul pelepasan diperpanjang tamsulosin hidroklorida)

[Periode Perawatan】 Masukkan kateter urin dan obat di rumah selama 7 hari, rawat jalan tindak lanjut selama 1 bulan

Efektivitas】 Upaya buang air kecil yang lebih baik, mengurangi frekuensi dan urgensi buang air kecil, dan kondisi yang lebih baik

I. Konsultasi awal

Pasien berusia 82 tahun, dengan ekspresi kesakitan, satu tangan menutupi perut bagian bawah dan tangan lainnya menopang sandaran tangan kursi rodanya. Nyeri perut pasien segera berkurang dan perut yang membuncit menghilang, dan nyeri perut segera hilang.

II. Riwayat pengobatan

Pemeriksaan ultrasonografi lebih lanjut pada saluran kemih menunjukkan kandung kemih yang terlalu penuh dengan hidronefrosis pelvis ginjal dan ureter bilateral yang melebar, yang dianggap sebagai hiperplasia prostat.

III. Hasil pengobatan

Pasien datang ke klinik rawat jalan kami setelah 7 hari untuk melepas kateter urin dan dapat buang air kecil sendiri. Selama masa tindak lanjut 1 bulan, gejala kesulitan buang air kecil pasien pada dasarnya berkurang, buang air kecil di malam hari berkurang menjadi 2-3 kali, dia tidak perlu terlalu khawatir untuk menemukan toilet ketika dia keluar, dan kondisi mentalnya meningkat secara signifikan setelah kualitas tidurnya membaik.

IV. Catatan

Kami senang bahwa kondisi pasien telah membaik, tetapi kami ingin menyarankan pasien bahwa kapsul tamsulosin hidroklorida extended release harus dikonsumsi secara oral untuk jangka waktu yang lama tanpa gangguan. Hindari alkohol dan makanan pedas, kurangi konsumsi air sebelum tidur, dan lakukan USG urin dan sisa urin yang diukur setiap 3 bulan sekali. Jika sisa urin berangsur-angsur meningkat atau gejala hidronefrosis bilateral tidak sembuh, atau jika retensi urin berulang, pasien disarankan untuk menjalani operasi.

V. Wawasan pribadi

Pasien dalam artikel ini secara subyektif percaya bahwa itu adalah konsekuensi alami dari bertambahnya usia dan tidak memperhatikannya sampai dia menjadi tidak dapat buang air kecil sendiri dan kemudian datang ke dokter tanpa menyadari bahwa retensi urin yang disebabkan oleh pembesaran prostat dapat menyebabkan risiko seperti infeksi saluran kemih, batu kandung kemih, gangguan fungsi ginjal dan kerusakan fungsi kandung kemih.

Oleh karena itu, siapa pun yang mengalami gejala berulang seperti sering buang air kecil, urgensi, buang air kecil yang tidak tuntas dan kesulitan dalam buang air kecil perlu menyadari perlunya mengunjungi rumah sakit dan mencari pengobatan dini untuk mengurangi terjadinya komplikasi terkait.