Item Pemeriksaan Cairan Serebrospinal

Secara umum, tes cairan serebrospinal meliputi cairan serebrospinal rutin, biokimia cairan serebrospinal, kultur bakteri cairan serebrospinal, dan tes sensitivitas obat. Dalam beberapa kasus, terdapat tes lain, seperti tes kriptokokus dan tes serapan antibodi fluoresen spirochete sifilis. Pertama, untuk cairan serebrospinal, pemeriksaan fisik adalah pengamatan visual terhadap kondisi umum cairan serebrospinal, termasuk tekanan, warna, kejernihan, dan koagulabilitas. Selanjutnya adalah pemeriksaan kimiawi cairan serebrospinal, yang meliputi elektrolit, klorida, glukosa dan pH. Selain itu, beberapa pasien mungkin akan menjalani pemeriksaan jumlah sel, yang dapat menentukan, misalnya, jumlah sel total serta jumlah sel darah putih dan, secara lebih rinci, pemeriksaan pemilahan leukosit. Terakhir, ada tes patogen, seperti bakteri dan sensitivitas antibiotik, yang dapat memandu penggunaan obat secara klinis atau keberadaan schistosom, yang dapat memandu diagnosis. Singkatnya, tes cairan serebrospinal meliputi tes rutin, biokimia dan patogenik, yang hasilnya memerlukan konsultasi dengan dokter dan penilaian yang komprehensif bersama dengan presentasi klinis.