Perbedaan antara sinusitis dan rinitis alergi

  Diagnosis sinusitis sebagian besar dibuat dengan riwayat klinis yang rinci dan pemeriksaan fisik yang cermat, tetapi karena sebagian besar gejalanya tidak spesifik, kita juga dapat menggunakan metode lain untuk membantu diagnosis termasuk: 1. Pemeriksaan sitologi sekresi hidung: sinusitis didominasi neutrofilik dan kadang-kadang bahkan patogen intraseluler dapat terlihat. Hal ini khususnya berlaku pada pasien anak. Namun, tidak adanya globul eosinofilik tidak dapat menyingkirkan kemungkinan rinitis alergi.  2. Endoskopi hidung: kerja sama pasien diperlukan dan kadang-kadang pasien anak tidak bekerja sama dengan baik selama pemeriksaan.  3. Radiografi: Pada pasien dengan sinusitis akut atau akut yang parah, sinar-X dapat diambil karena sebagian besar menyerang sinus maksilaris. Namun, pada sinusitis kronis, invasi sinus septum adalah penyebab utama, dan pemeriksaan CT dapat dipertimbangkan saat ini.  4. Transiluminasi: Hal ini dapat mengungkapkan ada atau tidaknya sinusitis, tetapi karena banyak orang tidak selalu memiliki sinus bilateral yang sangat simetris, sensitivitas dan spesifisitasnya buruk.  Kesimpulannya, ketika kita mendiagnosa pasien dengan rinitis alergi dan respon terhadap pengobatan tidak sebaik yang diharapkan, penting untuk menyadari kemungkinan sinusitis dalam kombinasi. Sebaliknya, banyak penelitian telah menunjukkan bahwa tingkat rhinitis alergi jauh lebih tinggi pada pasien dengan sinusitis daripada populasi umum. Oleh karena itu, bila Anda menderita rinitis alergi atau sinusitis, penting untuk tidak melupakan hubungan erat di antara keduanya untuk membuat pengobatan lebih berhasil.