Bagaimana Mendiagnosis Impotensi

Impotensi mengacu pada ketidakmampuan seorang pria untuk ereksi atau mempertahankan ereksi yang normal, yang akan memengaruhi kehidupan seksualnya. Diagnosis impotensi terutama didasarkan pada riwayat klinis, tes darah, ultrasonografi, dan tes fungsi ereksi. 1. Riwayat klinis: tanyakan tentang situasi spesifik senggama dan buat diagnosis awal penyakit dengan menanyakan tentang ereksi. 2. Tes darah: Untuk memeriksa perubahan kadar hormon seks dalam tubuh, terutama kadar testosteron, untuk lebih memastikan diagnosis penyakit. 3. Ultrasonografi: pemeriksaan ultrasonografi aliran darah di penis untuk menentukan suplai darah. 4. Tes fungsi ereksi: pemantauan status ereksi pada malam hari dan tes fungsi ereksi setelah rangsangan seksual. Jika Anda mencurigai bahwa Anda menderita impotensi, silakan berkonsultasi dengan rumah sakit tepat waktu dan lakukan perawatan standar di bawah bimbingan dokter, untuk menghindari kesalahpahaman.