(1) Mempertahankan posisi tidur dan postur kerja yang baik Kita tahu bahwa orang menghabiskan waktu 6-9 jam sehari untuk tidur. Oleh karena itu, penting untuk menempatkan kepala dan leher pada posisi yang tepat selama tidur untuk mencegah penyakit tulang belakang leher dan ketegangan otot leher, yang mengharuskan kita memilih bantal yang sesuai untuk mencapai hal ini. Penting untuk sering mengubah postur tubuh di tempat kerja, untuk menghindari postur tubuh yang sama yang berlangsung terlalu lama, bersikeras melakukan latihan di tempat kerja dan mengubah jenis pekerjaan jika perlu. (2) Perlindungan diri dan pencegahan trauma kepala dan leher Dalam kehidupan dan pekerjaan, terutama saat bepergian dengan mobil dan pesawat terbang, penggunaan sabuk pengaman dan penarik leher dapat mengurangi terjadinya trauma kepala dan leher serta menurunkan tingkat cedera, yang dapat mencegah terjadinya sakit kepala servikogenik. (3) Perawatan tepat waktu untuk cedera kepala dan leher akut Selama periode cedera akut, perhatian harus diberikan pada istirahat di tempat tidur, penggunaan penyangga leher dan peralatan lain untuk perlindungan pengereman leher, dan jika perlu, obat antiinflamasi dan analgesik oral seperti obat penghilang rasa sakit juga dapat diambil untuk meminimalkan reaksi traumatis vertebra serviks dan otot yang cedera. (4) Hindari kerja mental yang berlebihan dan ketegangan mental yang berkepanjangan Kerja mental yang berlebihan dan ketegangan mental yang berkepanjangan adalah ciri umum pasien sakit kepala servisogenik, dan juga merupakan pemicu penting untuk serangan sakit kepala servisogenik. Oleh karena itu, penting untuk memperhatikan kombinasi kerja dan istirahat serta penyesuaian mental yang sering dalam kehidupan sehari-hari, yang sangat berarti untuk mengendalikan sakit kepala servikogenik.