1. Apa yang dimaksud dengan polidaktili? Polidaktili, juga dikenal sebagai jari-jari tangan (kaki) yang berat, adalah kelainan bentuk tangan (kaki) di mana jumlah jari-jari tangan (kaki) yang tumbuh melebihi jumlah jari-jari tangan (kaki) yang normal. Polidaktili adalah kelainan bentuk tangan bawaan yang paling umum pada populasi orang Tionghoa, dan yang paling umum terjadi adalah jari-jari tangan tumbuh di sebelah ibu jari. Hal ini telah dicatat dalam literatur Alkitab sejak 3.000 tahun yang lalu, dan ada sekitar 9.000 hingga 10.000 kasus baru setiap tahunnya. Ada tiga jenis utama polidaktili: radial – duplikasi ibu jari (ibu jari terbelah); sentral – duplikasi jari telunjuk, jari tengah atau jari manis; dan ulnaris – duplikasi jari kelingking. Selain itu, jari-jari yang berat juga termasuk kelainan bentuk tungkai duplikasi sisi ulnaris, atau tangan bayangan cermin, kelainan bentuk yang sangat jarang terjadi. 2. Apa saja bahayanya? Apakah mempengaruhi organ lain? Sebagian besar kelainan bentuk tidak banyak berpengaruh pada fungsi tangan (kaki), kecuali untuk polidaktili yang lebih kompleks, yang akan memengaruhi perkembangan dan fungsi tangan (kaki). Sejumlah kecil polidaktili merupakan bagian dari sindrom seperti Sindrom Holt-Oram (malformasi pada sistem kerangka dan kardiovaskular). 3. Apa saja faktor penyebab polidaktili? Sebagian besar bersifat diseminata, yang menunjukkan bahwa penyakit ini terkait dengan faktor lingkungan. Telah ditemukan bahwa pemberian asitosin selama kehamilan pada tikus dapat menyebabkan polidaktili radial pada keturunannya. Pewarisan dominan autosomal dan onset sporadis telah diidentifikasi ketika ibu jari yang diduplikasi disertai dengan ibu jari bersendi tiga. Jempol terbelah yang khas adalah malformasi tersendiri yang tidak terkait dengan sindrom malformasi lainnya, dengan laporan sesekali tentang malformasi viseral yang terjadi bersamaan, terutama sindrom pusat-tangan atau Holt-Oram. 4. Jika bayi pertama mengalami polidaktili, apakah bayi kedua juga akan mengalami polidaktili? Terjadinya polidaktili terutama terkait dengan pengaruh faktor lingkungan, dan memiliki hubungan yang kecil dengan faktor keturunan, dan kemungkinan terjadinya polidaktili pada anak kedua sangat kecil. 5. Apakah keturunan dari pasien polidaktili juga bisa terkena penyakit ini? Terjadinya polidaktili terutama terkait dengan pengaruh faktor lingkungan, dan secara umum diyakini bahwa hal itu tidak ada hubungannya dengan faktor keturunan. Namun, kelainan bentuk jari kaki (polidaktili) (terutama beberapa orang tua dengan sindrom ini) memiliki cacat genetik tertentu, sehingga kemungkinan keturunannya mengalami polidaktili sedikit lebih tinggi dari biasanya. 6. Apakah saya memerlukan perawatan untuk polidaktili? Apa dampaknya jika tidak diobati? Pemeriksaan dini oleh dokter umumnya ideal, tetapi pemeriksaan ini bukanlah upaya untuk mempercepat pengobatan, melainkan untuk membantu orang tua mengatasi kekhawatiran mereka. Orang tua sering kali khawatir tentang penampilan tangan dan fungsi selanjutnya serta kemungkinan kelainan bentuk yang sama terjadi pada saudara kandungnya; mereka mungkin juga merasa bersalah. Penting untuk menjawab pertanyaan orang tua sebaik mungkin untuk meminimalkan kecemasan mereka. Pada beberapa kasus polidaktili, kami merekomendasikan operasi pengangkatan kelainan bentuk secara agresif jika mereka tidak mau menghilangkannya karena alasan pribadi, adat istiadat, budaya, atau keyakinan agama. Setiap kelainan bentuk memiliki rencana perawatan dan prognosis yang berbeda. Polidaktili sederhana tidak terlalu mempengaruhi fungsi dan perkembangan tangan, tetapi mempengaruhi estetika tangan, dan selanjutnya akan mempengaruhi perkembangan psikologis anak sejak masa kanak-kanak (setelah usia 2 tahun), karena setelah usia 2 tahun psikologi bayi berangsur-angsur berkembang, dan bayi telah memiliki rasa tertentu tentang kelainan dirinya, yang akan menghasilkan emosi negatif seperti rendah diri. Emosi negatif seperti rendah diri dan kurang percaya diri di masa kanak-kanak dapat menanamkan bayangan di dalam hatinya, yang akan berdampak pada kehidupan dan pekerjaan bayi di masa depan. Ujung jari tangan (kaki) yang berlebihan mudah terpelintir dan menyebabkan nekrosis dan infeksi pada jari tangan (kaki) yang berlebihan. Sedangkan untuk polidaktili kompleks, akan sangat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tulang tangan (kaki) dan fungsinya, yang akan menyebabkan kelainan bentuk jari tangan, bentuk jari yang kecil dan melemahnya kekuatan, seperti polidaktili seperti penjepit kepiting.