Bagaimana cara kerja rehabilitasi untuk cerebral palsy?

  Para ahli medis pernah menyebut cerebral palsy sebagai penyakit keras kepala karena tidak dapat disembuhkan. Namun demikian, dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, banyak teori yang dulunya kokoh, terus-menerus dipatahkan dalam praktiknya, sehingga memunculkan perspektif baru. Bidang medis modern meyakini bahwa kerusakan otak yang disebabkan oleh cerebral palsy tidak dapat dipulihkan, tetapi ada cara untuk memperbaiki gangguan fungsional mereka, khususnya bagi mereka yang memiliki gaya berjalan gunting dan ketangkasan manual.  Seberapa efektifkah rehabilitasi untuk cerebral palsy?  Pelatihan fisik-motorik berfokus pada keterampilan motorik kasar dan halus, keseimbangan dan koordinasi, seperti merangkak, memegang, duduk, dan berayun. Pelatihan keterampilan berfokus pada keterampilan motorik halus anggota tubuh bagian atas dan tangan, meningkatkan keterampilan hidup mandiri anak dan keterampilan motorik halus, termasuk membungkuk untuk mengambil benda, meremas jari, dan menggenggam benda. Pelatihan bicara dan bahasa mencakup koreksi terkoordinasi dari fungsi pendengaran, artikulasi, bicara dan mengunyah serta menelan. Selain itu, bagi mereka yang memiliki gangguan pendengaran, alat bantu dengar diperlukan untuk menghindari gangguan perkembangan bicara. Rehabilitasi adalah modalitas perawatan klinis yang umum untuk cerebral palsy dan sebagian besar pasien mengalami berbagai tingkat perbaikan dalam gangguan fungsional dan orang tua puas dengan hasilnya. Namun demikian, modalitas ini tidak cocok untuk semua pasien. Untuk pasien dengan tonus otot level 3 atau di atasnya, terapi rehabilitasi mungkin tidak efektif dan pasien disarankan untuk mempertimbangkan pembedahan.  Apa saja prosedur pembedahan umum untuk cerebral palsy?  Prosedur pembedahan yang banyak dilakukan di klinik untuk cerebral palsy termasuk penyempitan saraf perifer, rhizotomi saraf tulang belakang posterior selektif dan pengupasan jaring simpatis karotis, yang masing-masing memiliki indikasinya sendiri-sendiri, dan dianjurkan untuk mengetahui lebih banyak tentangnya sebelum pembedahan. Banyak anak dengan keinginan kuat untuk menjalani pembedahan, sering berpikir bahwa jika mereka menjalani pembedahan, gejala mereka akan hilang sepenuhnya. Faktanya, pembedahan hanyalah pengobatan tambahan yang efektif, dan rehabilitasi yang tepat waktu, efektif dan terstandardisasi diperlukan untuk mencapai hasil yang lebih memuaskan setelah pembedahan.