Apa saja jenis gejala pada anak-anak dengan cerebral palsy?

  Cerebral palsy adalah sindrom disfungsi postural dan motorik yang dominan yang disebabkan oleh kerusakan otak non-progresif sejak pembuahan hingga tahap perkembangan otak yang belum matang dalam bulan pertama kehidupan. Secara klinis, cerebral palsy, seperti halnya spondilosis servikal, dapat dibagi ke dalam berbagai jenis. Gejala spondilosis servikal bervariasi dari satu jenis ke jenis lainnya, dan oleh karena itu, gejala cerebral palsy juga sangat bervariasi dari satu jenis ke jenis lainnya.  Cerebral palsy spastik Cerebral palsy spastik adalah jenis cerebral palsy yang paling umum, terhitung sekitar 80% dari semua pasien cerebral palsy.  Secara klinis, penyebab utama cerebral palsy spastik adalah tonus otot yang tinggi, yang dimanifestasikan oleh kesulitan dalam abduksi paha, kesulitan dalam meluruskan lutut dalam fleksi dan kontraktur tendon Achilles. Gejala khas meliputi fleksi sendi siku dan pergelangan tangan pada tungkai atas, dan gaya berjalan gunting serta rotasi internal tungkai bawah.  Cerebral palsy ankilosa Cerebral palsy ankilosa disebabkan oleh cedera ekstravertebral, yang merupakan cedera ekstrapiramidal atau jenis cerebral palsy yang kaku dan tetap, sering kali bercampur dengan cerebral palsy spastik.  Gejala utama cerebral palsy tonik adalah gejala ekstrapiramidal, seperti hipertonia leadpipe atau cogwheel, dan refleks tendon non-hiperaktif.  Pasien dengan Cerebral Palsy Histoplegic sering menunjukkan gerakan seperti cacing pada tungkai, kepala, wajah, atau otot di seluruh tubuh, gerakan bersama, dan gangguan bicara. Secara klinis, gejala pasien dapat memburuk ketika stres atau bersemangat, berkurang ketika tenang, dan menghilang setelah tertidur dengan hiperaktif.  Cerebral palsy ataksik Cerebral palsy ataksik relatif jarang terjadi. Gejala klinis utamanya adalah nistagmus, gaya berjalan yang tidak stabil, tremor yang bergoyang dan disengaja, dan tanda-tanda lesi serebelar lainnya serta gejala seperti hipotonia dan refleks tendon non-hiperaktif.  Gejala utama pada anak-anak dengan cerebral palsy hipotonia adalah defisit motorik yang disebabkan oleh hipotonia. Pasien mungkin memiliki gejala hipotonia, seperti otot yang lembek, hipertonia, seperti otot yang tegang dan kaku, dan inkoordinasi, seperti lengan dan kaki yang terus bergoyang. Ada juga myotonia.  Meskipun ada banyak jenis cerebral palsy yang berbeda, dan gejala serta perawatannya sangat bervariasi dari satu jenis ke jenis lainnya, sebagian besar pasien dapat memiliki prognosis yang baik jika mereka menerima rehabilitasi dan perawatan rutin pada waktu yang tepat. Penting agar anak Anda didiagnosis dan dinilai secara tepat waktu, dan bahwa ia menerima perawatan dan rehabilitasi tepat waktu untuk memastikan hasil yang lebih baik.