Setelah melahirkan normal, vagina melebar secara signifikan akibat kompresi janin, dan sulit untuk mengembalikan otot-otot yang melebar ke kondisi semula setelah melahirkan, yang dapat menyebabkan vagina kehilangan elastisitasnya dan menyebabkan kekenduran vagina. Kedua, riwayat keguguran, kelahiran kembar, persalinan lama, dan janin yang besar juga dapat menyebabkan kekenduran vagina setelah melahirkan. Gejala-gejala kekenduran vagina dapat diatasi dengan memperbaiki perilaku Anda sehari-hari. Pertama, latihan otot panggul dapat membantu memulihkan kontraksi otot vagina dengan menarik napas dalam-dalam dan mengatupkan anus selama 10-15 detik, kemudian menghembuskan napas dalam-dalam dan mengendurkan anus, dan seterusnya, 2-3 kali sehari selama 15 menit. Kedua, secara sadar menahan napas selama beberapa detik saat buang air kecil dan kemudian melanjutkannya, atau merilekskan tubuh sambil berbaring telentang dan mengencangkan vagina selama 3 detik dan kemudian mengulanginya beberapa kali, atau secara sadar mengencangkan paha bagian dalam dan otot-otot perineum sambil berjalan dan kemudian rileks, dll. juga dapat membantu memulihkan kontraksi otot-otot vagina. Rutinitas ini dapat meningkatkan elastisitas vagina secara signifikan, tetapi tentu saja selain latihan perilaku di atas, para wanita juga harus memastikan bahwa mereka mengonsumsi nutrisi yang diperlukan setelah melahirkan untuk memastikan pemulihan otot. Namun, jika kekenduran vagina lebih parah dan gejalanya tidak membaik dengan metode-metode yang disebutkan di atas, prosedur pembedahan seperti eksisi mukosa vagina tradisional atau penjahitan otot-otot di sekitar vagina dapat dilakukan, tetapi pembedahan tidak dianjurkan selama menyusui atau menstruasi.