Ada beberapa penyebab graviditas parsial: pertama, hal ini terkait dengan kebiasaan diet dan nutrisi. Kurangnya asam folat pada tahap angiogenesis embrio mempengaruhi sintesis timidin, menyebabkan kurangnya pembuluh darah di vili plasenta dan menyebabkan gejala graviditas parsial. Kedua, graviditas parsial terjadi karena infeksi virus. Ketiga, hal ini terkait dengan gangguan endokrin pada wanita hamil. Umumnya, wanita berusia dua puluhan hingga empat puluhan dengan fungsi ovarium yang tidak lengkap atau menurun rentan terhadap graviditas parsial. Keempat, perkembangan abnormal ovum wanita juga dapat menyebabkan kemungkinan graviditas parsial. Oleh karena itu, penting untuk mengonsumsi suplemen asam folat dan pemeriksaan pra-konsepsi selama persiapan kehamilan, dan untuk lebih memperhatikan kebiasaan makan dan hidup setelah kehamilan.