Sindrom pra-eksitasi dapat dikaitkan dengan kelainan segmen ST-T pada elektrokardiogram, yang menyebabkan perpanjangan interval QT, tetapi manifestasi tersebut bukan merupakan karakteristik sindrom pra-eksitasi.
Sindrom pra-eksitasi adalah sindrom penyakit yang terjadi setelah adanya kelainan pada konduksi jantung, dan beberapa kasus sindrom pra-eksitasi dapat muncul dengan konvergensi dan divergensi yang teratur pada lebar kelompok gelombang QRS, seperti akordeon, yang disebut dengan fenomena akordeon. Perubahan patologis tersebut dapat menyebabkan kelainan pada segmen ST-T EKG, yang menyebabkan perpanjangan interval QT. Namun, perubahan tersebut tidak spesifik secara diagnostik.
Kriteria diagnostik utama untuk EKG sindrom pra-eksitasi adalah pemendekan interval P-R yang tidak normal, peningkatan abnormal pada kerangka waktu QRS, onset gelombang QRS yang tumpul secara abnormal, dan munculnya gelombang delta.
Jika Anda menderita sindrom pra-eksitasi atau mengalami perubahan EKG di atas, disarankan agar Anda pergi ke rumah sakit tepat waktu.