Gejala Pra-Cerebral Palsy

Tanda-tanda awal cerebral palsy meliputi keterlambatan perkembangan, kehilangan tonus otot, serta kesulitan dalam pemberian makan dan perawatan. Pertama, anak-anak dengan cerebral palsy mungkin mengalami keterlambatan perkembangan dan mungkin tidak dapat berguling, duduk atau merangkak secara normal dalam jangka waktu tertentu, misalnya, jika mereka tidak dapat mengontrol pengangkatan kepala atau dada mereka pada usia lima bulan, mereka mungkin menderita cerebral palsy. Ketidakmampuan untuk bermain dengan benda-benda pada usia tujuh bulan dapat mengindikasikan cerebral palsy. Kedua, anak-anak dengan cerebral palsy mungkin mengalami penurunan tonus otot, yang mengakibatkan relaksasi otot. Hal ini mengakibatkan ketidakmampuan untuk mengangkat kepala sendiri dan keterlambatan perkembangan bagian tubuh lainnya. Ketiga, sulit untuk memakaikan pakaian pada anak dengan cerebral palsy, sulit untuk melebarkan atau memisahkan kedua kakinya ketika mengganti popok, dan tidak tepat untuk mematahkan tinjunya ketika mandi. Keempat, sangat sulit untuk memberi makan. Gerakan menghisap dan menelan yang tidak terkoordinasi menyebabkan susu mengalir saat minum dan berat badannya sulit bertambah. Keempat, terlalu bersemangat atau pendiam. Kadang-kadang sulit untuk tidur, menangis sepanjang malam, kadang-kadang tiba-tiba dan keras, yang mungkin merupakan tanda “kolik” yang parah. Selain itu, anak-anak mungkin menderita cerebral palsy jika mereka lahir prematur, berat badannya kurang, menderita penyakit kuning yang parah, atau memiliki riwayat keluarga yang mengidapnya. Singkatnya, anak-anak dengan cerebral palsy memiliki berbagai gejala seperti keterlambatan perkembangan, gerakan yang lambat dan kaku, serta kesulitan belajar. Penting bagi keluarga untuk tetap optimis dan tenang, serta secara aktif membantu anak mereka dalam rehabilitasi.