Bayi dengan cerebral palsy memiliki lesi otak karena berbagai alasan, mulai dari defisit motorik ringan pada kasus ringan hingga keterbelakangan mental yang parah pada kasus yang parah, hingga tidak makan tangan. Secara umum, jika bayi tidak mau makan dengan tangannya, maka perlu diwaspadai adanya cerebral palsy. Karena perkembangan kepribadian akan menyertai anak setelah lahir, makan tangan dan menghisap saat ini mewakili rasa aman, terutama pada waktu tidur, menghisap jari akan lebih sering terjadi. Gejala cerebral palsy adalah sebagai berikut: 1, kelemahan tubuh dan gerakan yang kurang spontan, beberapa anak tidak dapat menggerakkan tangan dan kaki mereka secara sukarela bahkan setelah empat bulan. 2, tidak bisa tersenyum, jika anak tidak bisa tersenyum pada usia dua bulan, dan pada usia empat bulan tidak bisa tertawa dengan keras, itu berarti keterbelakangan mental. 3, tangan tidak bisa mengepalkan tangan, empat bulan anak jika jari-jari tidak bisa meregang dengan bebas, waspadai cerebral palsy. 4, tidak bisa berguling, setelah kelahiran anak, banyak orang tua yang mengira bahwa anak tersebut malas secara fisik, tetapi jika anak tersebut tidak bisa berguling atau duduk pada usia lima atau enam bulan, itu berarti otot-otot anak tersebut tidak normal dan tidak terkoordinasi dengan baik. Biasanya, penderita cerebral palsy tidak dapat berguling secara mandiri. Gejala-gejala di atas menunjukkan adanya kelainan pada bayi Anda. Carilah bantuan medis untuk diagnosis dan perawatan sesegera mungkin. Gejalanya bervariasi dari satu anak ke anak lainnya, jadi penting untuk menemui dokter sesegera mungkin jika ada kelainan.