Apa saja faktor risiko dan gejala perkembangan cerebral palsy pada anak?

Cerebral palsy pediatrik, seperti namanya, adalah kelumpuhan otak. Cerebral palsy pediatrik menyebabkan kerusakan tertentu pada kehidupan pasien di masa depan, dan epilepsi, kejang-kejang anggota tubuh, serta disfungsi penglihatan, pendengaran, dan bicara pada anak-anak merupakan manifestasi khas cerebral palsy pediatrik. Pengobatan modern tidak memiliki banyak keberhasilan dalam mengobati cerebral palsy pediatrik, tetapi selama kita mengetahui gejala-gejala cerebral palsy pediatrik pada waktunya, kita dapat mengendalikan kondisi tersebut sedini mungkin. Gejala Awal Cerebral Palsy Pediatrik 1. Postur Tubuh Tetap: Anak sangat pendiam setelah lahir dan menangis dengan lemah atau terus menerus. Kondisi ini sering kali disebabkan oleh tonus otot yang tidak normal akibat cedera otak, seperti corrugator, posisi katak, postur tubuh bentuk U terbalik, dan sebagainya. Hal ini dapat dilihat pada bulan pertama setelah kelahiran. 2 . Kesulitan dalam menyusui: anak tidak mau menyusu setelah lahir, mengisap lemah atau menolak menyusu, lelah dan lemas setelah menyusu, sering tersedak dan meludah, mulut tidak dapat ditutup dengan baik, dan berat badan kurang. Lingkar kepala tidak normal: lingkar kepala merupakan indikator obyektif dari perkembangan morfologi otak, dan anak-anak yang mengalami cedera otak sering kali memiliki lingkar kepala yang tidak normal. 4, pengerasan tubuh: ini adalah gejala tonus otot yang tinggi, yang dapat dilihat pada satu bulan. Jika berlangsung selama lebih dari 4 bulan, cerebral palsy dapat didiagnosis. 5. Kelembutan dan penurunan gerakan spontan: ini adalah gejala hipotonia dan dapat dilihat dalam waktu satu bulan. Jika berlangsung selama lebih dari 4 bulan, cedera otak yang parah, keterbelakangan mental atau penyakit sistem otot dapat didiagnosis. 6. Gagal tersenyum: Jika anak tidak bisa tersenyum pada usia 2 bulan dan tidak bisa tertawa terbahak-bahak pada usia 4 bulan, maka dapat didiagnosis keterbelakangan mental. 7. Tidak responsif dan tidak responsif terhadap panggilan nama: Ini adalah manifestasi awal dari keterbelakangan mental. Secara umum diyakini bahwa tidak responsif pada usia 4 bulan dan tidak responsif terhadap panggilan nama pada usia 6 bulan dapat didiagnosis sebagai keterbelakangan mental. Penyebab cerebral palsy pediatrik 1. Faktor-faktor selama kehamilan Selama kehamilan, merokok, infeksi, dan penggunaan obat yang tidak tepat dapat menyebabkan iskemia janin dan hipoksia, yang dapat menyebabkan kerusakan otak janin. Selain itu, wanita hamil yang menderita tekanan darah tinggi yang parah selama kehamilan juga merupakan penyebab penting cerebral palsy. Ketidakcocokan golongan darah antara ibu hamil dan janin serta faktor genetik merupakan faktor risiko tinggi terjadinya cerebral palsy pada anak. 2 . Faktor-faktor selama persalinan dan kelahiran Kelainan selama persalinan dan kelahiran juga dapat menyebabkan kerusakan otak pada janin, yang menyebabkan cerebral palsy. Berikut ini adalah hal yang umum terjadi: (1) Asfiksia neonatal. Jika tidak ada siulan pada saat kelahiran, penyalahgunaan hormon untuk menginduksi persalinan, dll. dapat menyebabkan kerusakan otak karena kekurangan oksigen pada bayi. (2) Kesulitan dalam persalinan: dapat menyebabkan cedera kepala, hematoma intrakranial, dan sebagainya. (3) Bayi dengan berat badan lahir rendah atau bayi prematur: bayi prematur atau bayi dengan berat badan lahir rendah dengan berat badan kecil (berat badan kurang dari 2500 gram) dan perkembangan yang tidak sempurna lebih rentan terhadap hipoksia dan cedera intrakranial. Faktor setelah lahir: Cerebral palsy tidak hanya disebabkan oleh kelainan selama kehamilan dan persalinan, tetapi juga oleh penyakit tertentu atau cedera traumatis yang diderita oleh bayi yang baru lahir setelah lahir. Kasus-kasus yang umum terjadi adalah sebagai berikut: (1) Infeksi: Demam tinggi atau diare parah yang disebabkan oleh infeksi dapat menyebabkan dehidrasi parah, yang akan menyebabkan kerusakan pada otak anak. (2) Trauma kepala atau perdarahan intrakranial. (3) Infeksi otak, seperti meningitis dan ensefalitis. (4) Penyakit kuning nuklir infantil. Hal ini dapat menyebabkan kerusakan otak dan disebabkan oleh metabolisme bilirubin yang tidak normal. Oleh karena itu, jelaslah bahwa para ibu harus merawat bayinya dengan baik dan harus lebih berhati-hati secara umum untuk menghindari terjadinya kondisi ini. Penyakit anak, sakitnya ibu!