Kesadaran akan mikrosefali primer

  Mikrosefali kongenital, juga dikenal sebagai mikrosefali sejati atau mikrosefali primer resesif autosomal (MCPH), adalah gangguan perkembangan saraf. Gambaran klinis utamanya adalah pengurangan lingkar kepala yang disertai dengan tingkat kemunduran mental yang tidak progresif. Penyebab mikrosefali meliputi faktor lingkungan, genetik, dan infeksi. Saat ini telah diterima secara umum bahwa MCPH adalah kelainan poligenik yang tidak terlihat. Insiden yang dilaporkan sangat bervariasi di seluruh dunia, dengan insiden tertinggi di Pakistan utara dan di beberapa negara Asia di mana pernikahan sedarah lazim terjadi, dan insiden yang lebih rendah di negara-negara Nordik.  Deskripsi morfologi mikrosefali sudah ada sejak lebih dari satu abad yang lalu, dengan Giacomini yang pertama kali mendeskripsikan ciri-ciri dasar mikrosefali dalam literatur pada tahun 1885, dan seiring dengan berkembangnya pemahaman mengenai mikrosefali, namanya pun berubah di banyak literatur. Dari sebutan deskriptif morfologis awal, telah terjadi pergeseran bertahap menuju nama etiologi genetik. Pada tahun 1959, Van Den Bosch mengadopsi nama diagnostik mikrosefali primer, berdasarkan morfologi, yang mengacu terutama pada keberadaan mikrosefali yang independen dan tidak sindromik. Pada tahun 1964, Kloepfer menganggap mikrosefali primer sebagai kelainan resesif kromosom dan membedakannya dari penyebab mikrosefali lainnya (seperti trauma, infeksi, dan faktor yang didapat lainnya) dengan menyebutnya sebagai mikrosefali sejati.  MCPH terutama memengaruhi perkembangan otak pada tahap janin. Teknik ultrasonografi dan pemindaian MRI dapat digunakan pada usia kehamilan sekitar 24 minggu untuk mendeteksi anak dengan ukuran lingkar kepala yang lebih rendah dan volume otak yang lebih rendah daripada janin normal pada usia yang sama. Pengukuran lingkar kepala pascakelahiran adalah salah satu cara paling umum untuk mendiagnosis mikrosefali, dan sering digunakan sebagai kriteria klinis untuk mendiagnosis mikrosefali ketika kurang dari 3 standar deviasi dari lingkar kepala normal anak seusianya. Adanya keterbelakangan mental sedang hingga ringan juga merupakan tambahan yang penting untuk diagnosis.  MCPH adalah mikrosefali kongenital yang tidak termasuk faktor sekunder dan ditandai dengan fakta bahwa derajat mikrosefali tidak bervariasi dengan pertumbuhan dan perkembangan. Pencitraan CT dan MRI pada pasien sering kali menunjukkan struktur otak yang sebagian besar normal dengan keterbelakangan kortikal yang signifikan serta tinggi badan, berat badan, dan penampilan yang sebagian besar normal. Sebagian besar pasien dengan MCPH menunjukkan keterbelakangan mental sedang dan perkembangan bahasa yang tertunda pada tahun pertama kehidupan. Perkembangan selanjutnya ditandai dengan aktivitas yang ekstrem dan defisit neurologis seperti perilaku agresif, rentang perhatian yang rendah, dan kejang. Pasien dengan MCPH dapat memperoleh beberapa keterampilan hidup dasar melalui pembelajaran yang diperoleh. Selain itu, sebagian besar pasien dengan MPCH memiliki keasyikan frontal yang tidak spesifik. Namun, gejala ini tidak ada pada semua pasien dengan MPCH.