Tujuan Untuk merangkum indikasi pembedahan, pendekatan pembedahan, dan hasil pembedahan hematoma epidural kranial posterior. Metode Analisis retrospektif dilakukan pada 45 pasien dengan hematoma epidural reses kranial posterior, yang semuanya didiagnosis lebih awal dengan CT scan kranial setelah masuk rumah sakit, dan volume hematoma lebih besar dari 10 ml, rata-rata 30 ml. 33 kasus diangkat dengan kraniotomi suboksipital unilateral, 3 kasus dengan kraniotomi median posterior untuk mengangkat hematoma epidural unilateral, 8 kasus dengan kraniotomi tirai atas dan bawah gabungan untuk mengangkat hematoma berkuda unilateral, dan 2 kasus dengan kraniotomi oksipital bilateral untuk mengangkat hematoma epidural reses kranial posterior bilateral. Hematoma epidural reses kranial posterior bilateral diangkat pada dua kasus (salah satunya memiliki hematoma epidural reses kranial posterior bilateral setelah kraniotomi suboksipital unilateral dan dioperasi kembali dengan kraniotomi suboksipital bilateral untuk mengangkat hematoma). Prognosis ditentukan oleh GOS, dan 40 dari 45 kasus yang diobati dengan pembedahan adalah baik (36 di antaranya adalah GOS 5 saat keluar, 4 lainnya adalah GOS 3-4 saat keluar dan GOS 5 pada tindak lanjut 6 bulan), dan 5 meninggal. Kesimpulan Pemindaian CT dini dan pemantauan CT dinamis sangat meningkatkan diagnosis dini hematoma epidural sulkus kranial posterior, memungkinkan operasi pengangkatan hematoma epidural sulkus kranial posterior secara tepat waktu, secara signifikan meningkatkan tingkat kesembuhan dan mengurangi angka kematian pada pasien ini.