Jauh di dalam perut bagian atas kita terdapat organ yang sangat penting, terletak di depan vertebra lumbal ke-1 hingga ke-2, bersebelahan dengan lambung di depan, lingkaran duodenum berbentuk C di sebelah kanan dan limpa di sebelah kiri. Ini tidak “terlihat” seperti hati, tetapi ini adalah kelenjar dengan fungsi eksokrin dan endokrin, mengeluarkan getah pankreas ke dalam duodenum untuk memfasilitasi pencernaan dan penyerapan nutrisi, dan insulin untuk memainkan peran kunci dalam mengatur kadar gula darah. Organ ini adalah pankreas. Anatomi umum pankreas menjadi perhatian karena studi epidemiologi menunjukkan bahwa insiden penyakit pankreas meningkat setiap tahun. Penelitian telah menunjukkan bahwa obesitas, diet tinggi lemak, dan merokok merupakan faktor risiko tinggi untuk kanker pankreas. Pankreas sangat penting, namun sering diabaikan. Orang sering berpikir bahwa nyeri di perut bagian atas adalah pepatah “sakit perut”, tetapi ini adalah kesalahpahaman karena lokasi anatomi pankreas yang spesifik. Pankreas terletak di bagian belakang perut dan memiliki onset yang berbahaya tanpa manifestasi klinis yang spesifik, sehingga menyulitkan diagnosis dini. Penyakit pankreas meliputi: pankreatitis (akut, kronis) dan tumor pankreas. Tumor pankreas dibagi menjadi tumor jinak, junctional (berpotensi ganas) dan ganas. Kepala pankreas adalah tempat yang paling umum untuk tumor pankreas, terhitung sekitar 70% kasus, diikuti oleh tubuh pankreas dan ekor pankreas. Nodul pankreas dapat berupa kistik, kistik campuran dan padat pada USG. Ultrasonografi pankreas Ultrasonografi adalah metode yang lebih disukai untuk skrining dan diagnosis tumor pankreas. Namun, karena lokasi anatomi pankreas yang khusus (lokasi yang dalam dan ukurannya yang kecil), pengaruh gas yang relatif kuat dari saluran pencernaan dan banyak organ di sekitarnya yang berdekatan, nodul pankreas yang lebih kecil dari 1 cm
Tingkat deteksi nodul pankreas yang lebih kecil dari 1 cm rendah dengan USG konvensional, dan diagnosis massa inflamasi pankreas yang terbatas sering kali sulit untuk dikarakterisasi. Oleh karena itu, penting untuk mempersiapkan diri secara memadai sebelum pemeriksaan ultrasonografi pankreas: puasa dan puasa air setidaknya selama 8 jam, evakuasi tinja dan barium, dan tidak ada gastroskopi pada hari yang sama. Dianjurkan untuk membawa informasi klinis lain yang dapat dirujuk serta air putih (500-700 ml) sebagai cadangan. Jika terdapat lesi yang mencurigakan, penting untuk berkonsultasi dengan spesialis senior dan ultrasonografi lebih lanjut dapat dilakukan sesuai kebutuhan. Dalam beberapa tahun terakhir ultrasonografi telah banyak digunakan dalam praktik klinis sebagai teknik ultrasonografi baru. Ultrasonografi dilakukan dengan injeksi intravena media kontras yang merupakan gelembung kecil yang menguap dengan cepat melalui jaringan paru-paru dan oleh karena itu tidak membahayakan tubuh. Teknik ini memainkan peran penting dalam diagnosis diferensial massa pankreas jinak dan ganas, dan merupakan indikator yang baik dari hubungan yang berdekatan dari pembuluh darah yang mengelilingi massa, yang membantu dalam penilaian pra operasi.