Sebenarnya ada alasan tertentu mengapa wanita rentan terhadap infeksi bakteri ginekologis. Pertama-tama, wanita yang subur, memiliki kehidupan seks yang lebih sering atau lebih lelah karena bekerja atau belajar, dan daya tahan tubuh mereka lebih buruk. Wanita lain memiliki fetish kebersihan, seperti berulang kali melakukan douching vagina mereka setiap hari, berpikir bahwa ini adalah masalah kebersihan, padahal tidak. Ada juga sebagian wanita, terutama wanita pasca-menopause, yang mengalami penurunan kadar estrogen dalam tubuh mereka, seperti setelah menopause ketika fungsi ovarium menurun, atau pada anak-anak muda ketika fungsi ovarium belum mulai berkembang dan kadar estrogen juga rendah, yang dapat menyebabkan kondisi peradangan vagina tertentu. Misalnya, vaginitis pada bayi dan anak-anak, dan vaginitis pada orang tua setelah menopause, semuanya disebabkan oleh penurunan kadar estrogen. Pada beberapa wanita, setelah melahirkan, otot dasar panggul menjadi lembek, menyebabkan relaksasi dinding vagina, yang tidak dapat menutup vagina sepenuhnya dan juga dapat memicu munculnya infeksi bakteri pada wanita, yang dapat kambuh.