Virus delta adalah varian virus corona baru dengan viral load yang tinggi dan lebih menular dan patogen daripada virus corona baru. Virus ini dapat ditularkan melalui berbagai rute, termasuk transmisi droplet, transmisi aerosol, dan transmisi kontak. 1. Transmisi droplet: Droplet yang dihasilkan oleh orang yang terinfeksi ketika berbicara atau bersin mengandung sejumlah besar virus delta, yang dapat sangat meningkatkan kemungkinan penularan jika orang yang sehat bersentuhan dengannya. 2. Transmisi aerosol: Juga dikenal sebagai penularan melalui udara, hal ini merujuk pada penyebaran tetesan dalam suspensi udara melalui media gas, sehingga membentuk Bentuk aerosol mengapung ke kejauhan, menyebabkan transmisi jarak jauh. Kehadiran sejumlah besar virus delta di udara dalam ruangan di mana orang yang terinfeksi berada akan menghasilkan kemungkinan infeksi yang lebih tinggi jika orang tersebut berada di lingkungan dalam ruangan yang sama dengan orang yang terinfeksi. 3. Penularan melalui kontak: Kontak dengan kontaminan yang dikeluarkan oleh orang yang terinfeksi, seperti air seni dan feses, yang mengandung virus delta dalam jumlah besar, dapat menyebabkan infeksi jika orang yang sehat bersentuhan dengan kontaminan tersebut, atau bersentuhan dengan benda yang terkontaminasi. Oleh karena itu, disarankan untuk lebih jarang berkumpul, memakai masker yang sesuai dengan standar pencegahan epidemi saat keluar rumah dan menggantinya secara teratur, serta menjaga jarak saat berbicara dengan orang lain. Mencuci tangan secara teratur, ventilasi, dan desinfeksi juga harus dilakukan dalam kehidupan sehari-hari untuk membantu mengurangi kemungkinan penularan dan infeksi virus delta.