Rinitis alergi memerlukan tiga kondisi untuk terjadi: pertama, harus ada alergen; kedua, harus ada orang yang alergi; dan ketiga, hanya dapat berkembang ketika mukosa hidung orang yang alergi telah terpapar alergen dalam jumlah yang cukup beberapa kali. Oleh karena itu, perkembangan rinitis alergi terkait erat dengan genetika dan lingkungan. Selain itu, rinitis alergi tidak menular tetapi mudah diwariskan dari generasi yang lebih tua. Gejala klinis utama rinitis alergi adalah hidung gatal, bersin-bersin, hidung berair dan hidung tersumbat, sering kali disertai dengan mata gatal dan kadang-kadang batuk dan mengi. Rinitis alergi dapat dibagi menjadi rinitis musiman (alergi serbuk sari, umum di utara) dan rinitis abadi (alergi tungau debu, umum di selatan), dan alergen dapat diidentifikasi melalui tusukan kulit atau tes darah. Rinitis alergi dapat diobati secara simtomatik dengan pengobatan dan secara kausal dengan desensitisasi.