Apa saja gejala radang usus pada anak-anak?

  Enterokolitis pada anak-anak adalah masalah yang sering terjadi dan bisa muncul dengan cara yang sama seperti pada orang dewasa, tetapi ada beberapa perbedaan. Presentasi klinis mungkin lebih parah atau berkepanjangan, dan kemampuan untuk sembuh sendiri relatif buruk.  Gejala utama radang usus pada anak-anak adalah nyeri perut, diare, peningkatan frekuensi tinja dan menangis karena kembung, nyeri perut dan ketidaknyamanan perut.  Pertama, diare, yang ditandai dengan peningkatan jumlah tinja, serta perubahan yang signifikan dalam sifat tinja, yaitu tinja yang tadinya sekali sehari tiba-tiba menjadi empat kali sehari, dan tinja yang semula bergaris-garis menjadi lembek atau bahkan encer, semuanya merupakan gejala enteritis yang mungkin terjadi.  Jika bayi menderita gastroenteritis, terutama gastroenteritis yang parah, perut dan ususnya belum tentu terasa sangat tidak nyaman, bisa saja terjadi kembung dan nyeri, dan bayi yang bisa bicara bisa mengungkapkan perasaan tidak nyaman ini, sementara si kecil yang tidak bisa bicara mungkin hanya menunjukkan paroksisma menangis dan menendang-nendang serta menjerit.  Beberapa anak juga mengalami demam dan suhu yang meningkat secara signifikan akibat adanya infeksi, yang juga merupakan indikasi radang usus daripada gangguan pencernaan sederhana.  Seperti yang Anda lihat, radang usus pada anak-anak bisa sama spesifiknya dengan gangguan pencernaan dan dapat memiliki manifestasi spesifik yang memerlukan perhatian orang tua serta diagnosis dan pengobatan yang cepat.